RSCM Tangani 47 Korban Rusuh Aksi 21 dan 22 Mei

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 20:28 WIB
RSCM Tangani 47 Korban Rusuh Aksi 21 dan 22 Mei Keluarga pasien melihat fasilitas yang ada di dalam tenda darurat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (23/5/2019). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) merawat sedikitnya 47 korban kericuhan sepanjang aksi 21 dan 22 Mei di sejumlah lokasi di Jakarta. Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, dr Sumariyono mengatakan sampai saat ini lima orang masih dalam perawatan medis.

"Jadi total semuanya ada 47. Ya, seluruhnya udah ditangani," kata Sumariyono di RSCM, Jakarta, Kamis (23/5).

Sumariyono mengatakan, para korban datang dengan rata-rata laporan luka di badan dan kasus medical (penyakit bawaan yang muncul karena kondisi tertentu). Selain korban luka-luka, Sumariyono mengatakan RSCM juga menangani korban yang terkena gas air mata.


"Untuk korban gas air mata sudah semuanya pulang," kata dia.


Sumariyono mengatakan salah satu korban yang ditangani berasal dari aparat kepolisian. Aparat kepolisian ini dilarikan ke RSCM karena kasus medical.

"Satu orang (korban dari aparat kepolisian), jadi yang jelas kasusnya medical, bukan karena bentrok," tuturnya.

RSCM juga diketahui sebelumnya juga telah mendirikan sejumlah tenda darurat mengantisipasi lonjakan pasien sejak Selasa (21/5). Tenda darurat itu berdiri tepat di sisi sebelah kiri pintu masuk instalasi gawat darurat (IGD) RSCM, dan dilengkapi dengan perlengkapan seperti brankar tandu untuk tempat berbaring pasien.

Selain 11 brankar tandu berwarna biru, tenda darurat itu turut dilengkapi oleh tiga baris tempat duduk yang berfungsi sebagai ruang tunggu.


Diketahui, aksi massa 22 Mei di depan Bawaslu diklaim sebagai langkah protes atas hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019 yang telah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5) dini hari WIB. Massa menolak hasil rekapitulasi KPU itu dan menuding telah terjadi kecurangan dalam Pilpres 2019.

Pemprov DKI Jakarta telah menyatakan akan menanggung semua biaya kesehatan korban. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan para korban yang ditanggung tak hanya dari warga DKI tapi juga daerah lainnya.

"Semua pihak yang menjadi korban, baik itu sipil, baik itu kepolisian, TNI, petugas, semuanya akan kami tangani. Semuanya akan kami obati hingga tuntas," kata Anies di RSUD Tarakan, Rabu (22/5).

Anies mengatakan para korban akan dimasukkan penanggungan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Anies mengatakan program pembebasan biaya ini didukung oleh Kementerian Kesehatan lantaran peristiwa tersebut merupakan peristiwa nasional.

[Gambas:Video CNN] (sas/ain)