"Kalau disamakan dengan keadaan waktu tahun 1998, its not true," kata Habibie usai bertemu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, (24/5).
Oleh karena itu, Habibie mengajak semua pihak tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia pun mengingatkan agar masyarakat tak terbelah setiap kali penyelenggaraan pemilu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ngapain kita hilang waktu dan duit dan ada risiko tinggi hanya memperjuangkan kepentingan mungkin satu orang satu grup, no way," ujar kata Habibie.
"Kalau anda menjadi presiden kan tidak akan memihak yang memilih anda saja kan, semua," tuturnya.
Jokowi pun sepakat dengan yang disampaikan pendahulunya tersebut. Ia menegaskan masalah persatuan dan kesatuan tidak dapat ditawar lagi.
"Saya kira kita sepakat. Saya sudah sampaikan berkali-kali bahwa saya terbuka untuk siapapun bersama-sama, bekerja sama, untuk memajukan negara ini, untuk membangun negara ini. Siapapun," katanya.
Lihat juga:Prabowo, Wiranto, dan Kenangan 22 Mei 1998 |