"Jalan ini kami tempuh sebagai bentuk tuntutan masyarakat, tuntutan rakyat Indonesia atas kekecewaan dan keprihatinan rakyat terhadap pelaksanaan Pemilu. Sangat sulit untuk mengatakan bahwa Pemilu kita sudah berjalan dengan baik, jujur dan adil," kata Sandi di kediaman calon presiden Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengklaim telah mendapat banyak laporan dari masyarakat yang dia sebut telah melihat dengan mata kepala sendiri, praktik ketidakadilan dan kecurangan dalam proses Pemilu ini.
"Kami mendapatkan berbagai laporan dari anggota masyarakat yang melihat dengan mata kepala sendiri dan mengalami banyak ketidakadilan yang terjadi selama pelaksanaan pemilu kemarin," kata Sandi.
Dari 100 persen suara sah yang telah dihitung, Prabowo-Sandi mendapatkan 44,59 persen suara dan Jokowi-Ma'ruf meraih 55,41 persen suara.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menuding ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif. Itu terjadi sebelum, selama, dan setelah hari pencoblosan 17 April lalu.
BPN hingga saat ini menolak untuk membeberkan apa saja tuntutan dan berapa banyak bukti yang akan mereka bawa saat mengajukan tuntutan ke MK.
[Gambas:Video CNN] (tst/wis)