Gerindra Bentuk Tim Usut Ambulans Berisi Batu di Aksi 22 Mei

CNN Indonesia | Sabtu, 25/05/2019 15:44 WIB
Gerindra Bentuk Tim Usut Ambulans Berisi Batu di Aksi 22 Mei Barang bukti ambulans berlogo Partai Gerindra berisi batu yang ditemukan polisi saat kerusuhan di depan Bawaslu, 22 Mei lalu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Gerindra membentuk tim untuk melakukan investigasi terkait penemuan mobil ambulans berlogo Partai Gerindra yang berisi batu di aksi 22 Mei lalu.

Politikus Gerindra Andre Rosiade mengatakan investigasi itu dilakukan guna menghindari muncul framing politik bahwa Partai Gerindra ikut terlibat dalam kerusuhan itu.

"Tim lagi bekerja kenapa ambulans itu datang ke lokasi dan ada batunya, jangan sampai ini hanya framing politik," kata Andre di Jakarta Pusat, Sabtu (25/5).


Selain itu, dikatakan Andre, investigasi itu dilakukan guna mencegah terjadi framing politik jilid II terhadap Partai Gerindra.


Andre kemudian menyinggung framing yang pernah diterima partainya dalam kasus dugaan politik oleh sejumlah caleg Gerindra yang ditangkap jelang pemungutan suara 17 April lalu. Padahal, lanjutnya, setelah diselidiki nyatanya tuduhan itu tidak benar.

"Jangan sampai ini ada framing politik jilid II," ujarnya.

"Nah ini harus diinvestigasi, kita harus bongkar jangan sampai ini memojok-mojokkan Partai Gerindra," imbuhnya.


Andre mengungkapkan tak ada perintah dari DPP terkait dengan ambulans tersebut. Termasuk, soal penemuan batu di dalam ambulans itu.

"Perintah DPP enggak ada suruh kirim ambulans, enggak ada, ambulans itu siapa yang naruh batu itu harus diinvestigasi," ucap Andre.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyatakan polisi akan memanggil Komisaris PT Arsari terkait ambulans dengan logo Partai Gerindra yang di dalamnya kedapatan membawa batu-batu diduga untuk digunakan saat aksi unjuk rasa 22 Mei silam.

Argo mengatakan berdasarkan registrasi kendaraan, ambulans berlogo Gerindra dengan nomor polisi B 9686 BCF merupakan milik PT Arsari Pratama.

"Dan mobil ini berplat B 9686 PCF, pelat B atas nama tertera PT Arsari Pratama yang beralamat di Jakarta Pusat," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (23/5).


Mobil ambulans itu diamankan saat tengah terjadi aksi kerusuhan di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, pada Rabu (22/5) dini hari. Menurut Argo, ada saksi yang melihat batu-batu digunakan perusuh diambil dari mobil ambulans tersebut.

Dari kasus tersebut polisi telah menetapkan lima orang yang berada dalam ambulans tersebut sebagai tersangka. Dua di antaranya merupakan pengurus DPC Partai Gerindra Tasikmalaya. Mereka adalah I sebagai Sekretaris DPC Gerindra Tasikmalaya, dan O adalah wakil sekretaris DPC.

Argo mengatakan dua orang tersebut mengaku mendapatkan tugas dari Ketua DPC Tasikmalaya untuk membawa ambulans sebagai bantuan medis jika ada korban dalam aksi 22 Mei di depan Bawaslu RI, Jakarta Pusat.

Sementara Ketua DPC, sebutnya, mendapatkan tugas dari pengurus partai pusat di Jakarta. Argo mengatakan terdapat surat tugas untuk membawa ambulans tersebut. (dis/wis)