Penjelasan GARIS soal Ambulans Berisi Busur di Rusuh 22 Mei

CNN Indonesia | Minggu, 26/05/2019 17:12 WIB
Penjelasan GARIS soal Ambulans Berisi Busur di Rusuh 22 Mei Kerusuhan pecah dalam aksi 22 Mei mengusung protes hasil Pemilu 2019. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyita sejumlah barang bukti berupa busur panah dan bambu runcing dalam mobil ambulans pada Aksi 22 Mei. Bersamaan dengan itu, polisi menyebut telah mengamankan 41 orang tersangka yang diketahui terafiliasi dengan gerakan ISIS.

Ambulans disebut-sebut milik kelompok ormas Gerakan Reformis Islam (GARIS). Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal menyebut mereka yang tertangkap merupakan bagian kelompok Gerakan Reformis Islam (GARIS) yang pernah menyatakan sebagai pendukung ISIS.

CNNIndonesia.com menghubungi Ketua GARIS, Chep Hernawan di Cianjur. Chep membantah semua informasi polisi yang menyebut pihaknya terlibat dalam kasus ambulans berisi busur dan batu.


Chep memang pernah diidentikkan dengan ISIS karena kiprahnya dalam beberapa waktu lalu. Chep pernah mengaku sebagai Presiden Regional ISIS Indonesia, ditangkap pada 2014 di Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Ia ditangkap bersama 6 orang lainnya.


Dalam Aksi 22 Mei kemarin, Chep mulanya membenarkan memang mengirim delapan orang sebagai tim medis. Namun demikian, kata dia, hingga hari ini kedelapan orang tersebut sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

"Tidak benar, saya tidak tahu menahu soal ambulans berisi busur dan batu itu," kata Chep menegaskan.

Chep kemudian menyebut ormas lain yang memiliki nama sama, 'Gerakan Rijalul Islam' yang juga dikenal dengan GARIS. Chep menyebut dia mendapat kabar bahwa ada 'GARIS' lain yang terlibat dalam aksi yang berujung ricuh tersebut.

CNNIndonesia.com kemudian menghubungi Ketua Umum Gerakan Rijalul Islam (GARIS) Bekasi, Maulana Alhamdani. Dia membenarkan bahwa mobil ambulans yang ditahan adalah milik GARIS Bekasi.

"Ya, ditahan, salah tangkap," kata Maulana.


Salah tangkap yang dimaksud Maulana lantaran dalam penangkapan, polisi menduga rombongannya tersebut merupakan GARIS dari Cianjur pimpinan Chep Hernawan.

Akan tetapi ia mengaku tidak dapat berbicara banyak mengenai isi dalam ambulans tersebut berupa busur panah dan bambu runcing. "Saya belum dapat menjelaskan soal itu, petugas kami masih mengecek," kata dia.

Maulan dalam kesempatan tersebut juga membantah narasi yang dibangun polisi bahwa anggota GARIS Bekasi yang ditangkap merupakan orang-orang yang terafiliasi ISIS.

"Tidak benar itu, kita fokus dakwah dan pendidikan," ujar dia.

Sementara itu, Koordinator Aksi GARIS Bekasi, Nahruji Yusuf juga membenarkan bahwa ambulansnya ditahan. "Itu ambulans milik umat, yang dipakai membawa logistik untuk aksi kemarin," kata Gus Nana, sapaannya.

Sama seperti Ketua GARIS, Nana juga membantah ada busur dan bambu runcing dalam ambulans tersebut. "Kebohongan polisi itu," ujarnya.


[Gambas:Video CNN]

(ain/ain)