Jokowi Umbar Kemungkinan Bahlil Isi Kursi Menteri

CNN Indonesia | Minggu, 26/05/2019 20:04 WIB
Jokowi Umbar Kemungkinan Bahlil Isi Kursi Menteri Presiden Joko Widodo dan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia berdampingan saat hadir dalam silaturahmi nasional Hipmi di Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (26/5). (CNNIndonesia/Bintoro Agung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai bicara kemungkinan pengisi kursi kabinet di pemerintahan periode keduanya. Dalam sebuah forum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Minggu (26/5) Jokowi menilai Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia pantas menduduki kursi menteri.

"Saya melihat-lihat adinda Bahlil ini kelihatannya cocok jadi menteri," ucap Jokowi saat memberi sambutan dalam silaturahmi nasional Hipmi di Mega Kuningan, Jakarta, Minggu (26/5).

Suasana sempat riuh setelah Jokowi mengucapkan pernyataan itu. Para peserta bertepuk tangan dan bersorak menyikapi kemungkinan Bahlil dipilih oleh Jokowi sebagai menteri.


"Saya lihat dari samping, saya lihat dari bawah ke atas cocok ini kelihatannya. Pinter membawa suasana dan juga yah sangat cerdas. Jadi kalau nanti beliau ini terpilih ya enggak usah kaget," kata Jokowi yang kembali diiringi teriakan setuju para peserta.


Bahlil memang bukan nama asing yang membantu memenangkan Jokowi dalam pilpres tahun ini. Ia tergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf sebagai Ketua Tim Penggalangan Pemilih Muda.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil rekapitulasi pemilu. Dalam hasil tersebut, pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapat 55,41 persen, unggul dari rivalnya Prabowo-Sandiaga yang mempeorleh 44,59 persen jumlah suara sah.

Jokowi sendiri sudah mendeklarasikan kemenangannya beberapa hari lalu. Deklarasi dibuat di Kampung Deret, Tanah Tinggi, Jakarta, tak lama setelah pengumuman hasil rekapitulasi.


Namun demikian, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi diketahui telah menyampaikan gugatan hasil pilpres. Pada Jumat, kubu Prabowo-Sandi telah mengajukan permohonan gugatan Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi.

Prabowo menuding ada kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif di Pilpres 2019. Prabowo meminta MK agar memerintahkan KPU mendiskualifikasi pasangan Jokowi-Ma'ruf.


[Gambas:Video CNN] (bin/ain)