Soal Menteri, Jokowi Lirik Keahlian Eksekusi dan Manajerial

CNN Indonesia | Minggu, 26/05/2019 21:57 WIB
Soal Menteri, Jokowi Lirik Keahlian Eksekusi dan Manajerial Presiden Jokowi mengaku mengutamakan keahlian eksekusi dan manajerial dalam menunjuk anggota kabinetnya. (CNN Indonesia/Bintoro Agung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengaku lebih mengutamakan kemampuan eksekusi dan manajerial dalam menunjuk menteri yang akan bekerja untuknya di periode 2019-2024.

"Ya kabinet yang bisa kerja, namanya Kabinet Kerja. Kan seperti sudah saya sampaikan bolak-balik; mampu mengeksekusi dari program-program yang ada," ujar Jokowi usai menghadiri silaturahmi nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (26/5).

Menurut capres petahana ini, kemampuan eksekusi penting untuk menuntaskan program-program. Sementara kemampuan manajerial ia nilai menjadi syarat penting untuk mengelola ekonomi, baik itu mikro ataupun makro.

Adapun kemmpuan lain yang jadi kriteria idaman Jokowi adalah integritas dan kapabilitas. Namun di luar itu semua, mantan Wali Kota Solo ini lebih mengutamakan kemampuan eksekusi dan manajerial tadi.

"Tapi yang paling penting tadi, mampu mengeksekusi, memiliki kemampuan manajerial yang baik, dua hal yang penting itu," imbuhnya.

Jokowi mengaku pihaknya terus mematangkan persiapan kabinet. Akan tetapi Jokowi mementahkan dikotomi calon menteri dengan latar belakang partai politik atau bukan. Baginya, latar belakang partai atau bukan tak jadi masalah asalkan memenuhi kriteria idamannya.

"Kita tidak bicara masalah parpol dan nonparpol. yang paling penting kemampuan yang tadi saya sampaikan dimiliki," tegasnya.

Salah seorang yang sudah disebut oleh Jokowi punya potensi mengisi kursi menteri di kabinetnya nanti adalah Bahlil Lahadalia. Jokowi melihat ketua umum Hipmi itu punya kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi menteri.

Bahlil sendiri tak mau menanggapi berlebihan ketertarikan presiden tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa penunjukkan menteri sepenuhnya jadi kewenangan presiden yang tak boleh diintervensi.

"Aduh, saya enggak tahu ya. Itu bapak yang punya kewenangan prerogatif lah. Saya enggak boleh menanggapi," ucap Bahlil secara terpisah.

[Gambas:Video CNN]


(bin/arh)