KPAI Dorong Pemerintah Wujudkan Mudik Ramah Anak

CNN Indonesia | Kamis, 30/05/2019 00:27 WIB
KPAI Dorong Pemerintah Wujudkan Mudik Ramah Anak KPAI berharap pemerintah mendorong tradisi mudik yang ramah anak. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah memberikan kepastian dalam mewujudkan mudik 2019 ramah anak. Ketua KPAI, Susanto mengatakan tradisi mudik tidak lepas dari deretan sejumlah masalah yang melibatkan anak.

Susanto menambahkan, anak menjadi korban mudik; baik secara langsung maupun tidak langsung. Apalagi, kata dia, pada mudik sebelumnya ditemukan sejumlah masalah seperti anak hilang dalam perjalanan, menjadi korban kekerasan, pencopetan, penculikan, hingga kekerasan seksual.

"Meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat dan penyedia transportasi mudik lebaran untuk memberikan jaminan keselamatan dan layanan yang andal," kata Susanto di Kantornya, Jalan Teuku Umar, Rabu (29/5).


KPAI, tambah Susanto, juga mendesak penyedia layanan transportasi memastikan moda transportasi telah melalui uji kelaikan dan keandalan. Hal ini dinilai penting guna mencegah segala bentuk potensi yang dapat membahayakan anak.


"Periksa kondisi mesin, oli mesin, serta ban cadangan. Periksa juga perlengkapan dalam mobil, seperti senter, segitiga pengaman, dongkrak, payung, jas hujan dan yang tidak kalah penting kotak P3K," ujarnya.

Terkait posko mudik, Susanto menekankan betapa vitalnya fasilitas ramah anak. Oleh karena itu, dia menyarankan agar pemerintah berpartisipasi dalam menyediakan layanan kesehatan, ruang laktasi/menyusui, ketersediaan air bersih, makanan dan minuman yang aman.

"Area bermain sementara, layanan yang ramah anak disabilitas; termasuk menyediakan petugas yang memiliki skill pelayanan anak disabilitas serta informasi-informasi positif untuk semua anak dengan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait," sambungnya.

Susanto juga mengimbau kepada orang tua agar memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan, kenyamanan dan kesehatan anak saat perjalanan mudik. Dia pun mengimbau agar pemudik tidak membawa anak dengan sepeda motor.


"Hal tersebut rentan membahayakan anak, baik dari kerentanan kecelakaan maupun dampak negatif lainnya termasuk kerentanan anak terpapar debu sepanjang perjalanan," terangnya.

Senada, Kementerian Perhubungan juga tidak menganjurkan mudik menggunakan sepeda motor. Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan, Cris Kuntadi mengatakan tingkat kecelakaan transportasi 75 persen adalah berasal dari sepeda motor.

"Kami sangat tidak menganjurkan mudik dengan motor. Tanpa anak saja membahayakan, apalagi melibatkannya. Oleh karena itu, kita menyediakan mudik gratis untuk sepeda motor," ujar dia dia.

Dia pun mengklaim jika kementeriannya telah mengembangkan fasilitas ramah anak. Hal itu terlihat dari disiapkannya ruang bermain dan ruang belajar di Bandara Kertajati; bioskop dan game center di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta; dan ruang mewarnai untuk pemudik cilik di Stasiun Senen.

"Di area ini (ruang bermain dan belajar), anak-anak merasa senang dimanjakan oleh ragam permainan. Dengan begitu, menjadikannya sebagai bagian dari liburan sehingga mereka tidak bosan," ucapnya.

(ryn/ain)