Mengarungi Laut demi Kampung Halaman

CNN Indonesia | Minggu, 02/06/2019 06:54 WIB
Mengarungi Laut demi Kampung Halaman Ilustrasi pemudik dengan kapal laut. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pagi belum terlalu jauh berlalu, namun Pramono Joko sudah terlihat sibuk dengan telepon selularnya. Lelaki yang merupakan salah satu dari ratusan peserta mudik gratis pengguna sepeda motor dengan kapal Ro-Ro yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan ini, memberi kabar ke keluarga di Demak, Jawa Tengah, bahwa dirinya sudah bersiap naik kapal dari Dermaga Ex Presiden, Tanjung Priok.

Ini kali kedua dirinya mengarungi laut untuk kembali ke kampung halaman. 

Meski jam keberangkatan mundur, namun hal ini tak melunturkan senyumnya.


"Kalau enggak pulang ya dicariin nanti. Ibu saya umur 71, masih sehat. Dongane selamet (doanya semoga selamat)," ujar Joko pada CNNIndonesia.com di Dermaga Ex Presiden, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/6).


Dalam program ini, ada dua tujuan yang disediakan yakni Semarang dan Lampung.

Joko menuturkan sebelumnya dia mudik dengan bus. Namun mudik dengan bus menuntutnya harus pulang lebih awal.

Kini dengan kapal, dia bisa pulang berdekatan dengan hari Lebaran. Apalagi, dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, ia cukup menempuh perjalanan kurang dari setengah jam menuju Demak.

"Seneng naik kapal. Kalau bus kan berangkat lebih awal, keburu duitnya habis," katanya diiringi tawa.



Seperti Joko, Wahyudi juga memilih mudik dengan kapal bersama sang istri, Ayu Utami dan anak perempuan mereka yang berusia tiga tahun. Mereka berdomisili di Bekasi sehingga harus berkendara terlebih dahulu selama satu jam.

Dia sudah tiga kali mengikuti program mudik gratis dengan kapal Ro-Ro. Menurutnya, mudik dengan kapal terasa lebih aman daripada denan motor.

"Suasananya jelas beda. Pemandangannya gitu-gitu doang tapi rasanya lebih aman," kata Wahyudi.

Biasanya, dia mudik menggunakan moda transportasi darat khususnya bus. Namun sebelum ada tol, perjalanan bisa sangat lama dan nyaris sama dengan perjalanan dengan menggunakan kapal yakni sekitar 12 atau 14 jam perjalanan.

Arif Muljato, Kasubdit Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan Kementerian Perhubungan. Mudik dengan menggunakan sepeda motor memang tidak disarankan karena berkaitan dengan keselamatan.

"Apa yang di jalan, dipindahkan ke kapal demi menekan angka kecelakaan. Nanti perjalanan cukup panjang. Ke Lampung sekitar 8 jam, ke Semarang sekitar 12-15 jam," kata Arif.



Meski demikian, pemudik disediakan konsumsi selama perjalanan termasuk takjil serta menu buka puasa. Jadi sampai tujuan, pemudik tinggal melanjutkan perjalanan dengan motor yang tentu tidak akan memakan waktu lama.

Tahun ini Kemenhub menyiapkan empat kapal dengan kapasitas masing-masing 500 motor dan seribu orang penumpang. Tak hanya saat keberangkatan, fasilitas kapal pun bisa dinikmati saat kembali ke Jakarta pada 8 Juni 2019.

Ditemui usai melepas keberangkatan pemudik di kapal pertama, Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menuturkan kegiatan mudik gratis pengguna sepeda motor dengan kapal Ro-Ro ini diharapkan dapat mencegah pemudik menggunakan sepeda motor sebagai moda transportasi mudik.

"Jadi harapan kita adalah yang dibangun mindset masyarakat bahwa mudik pakai sepeda motor tidak kita rekomendasikan karena potensi rawan kecelakaan," katanya.

[Gambas:Video CNN] (els/agr)