Pada Minggu (2/6) atau H-3 Lebaran, jumlah sopir yang dinyatakan tidak lulus tes berjumlah 15 orang.
"Ada 62 sopir yang rata-rata mereka kelelahan dan gula darah tinggi. Rekomendasi dokter dia harus istirahat dan dikasih obat," kata Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Operasional Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Emiral August kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin juga karena kurang tidur. Dokter juga memberikan obat," kata Emiral.
Sebanyak 62 sopir yang tidak lulus tes kesehatan ini didapatkan dari hasil tes 697 sopir yang berangkat dari terminal Pulo Gebang. Jadi ada sekitar delapan persen sopir yang tak layak jalan dari total yang mengikuti tes kesehatan.
Sebelumnya, Pada H-4 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ada 15 persen sopir di Terminal Kampung Rambutan yang tidak layak untuk mengemudi.
Anies menjelaskan para sopir yang tidak dianjurkan menyetir itu kebanyakan karena hipertensi. Anies mengatakan hipertensi terjadi karena sopir kurang tidur sehingga harus menunggu kondisi fit kembali.
Pemeriksaan kesehatan para sopir dilakukan di posko sebelum mereka mengemudikan bus. Posko serupa juga didirikan di sejumlah titik terminal di Jakarta sebagai antisipasi potensi kecelakaan.
[Gambas:Video CNN] (jnp/pmg)