Batik Burung Phoenix dan Firasat Duka Ani Yudhoyono

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Selasa, 04/06/2019 05:55 WIB
Batik Burung Phoenix dan Firasat Duka Ani Yudhoyono Pemakaman Ani Yudhoyono (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepergian istri Presiden ke-enam RI Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono dirasa cukup mendadak oleh sang menantu, Annisa Yudhoyono. Terlebih, berpulangnya Ani terjadi beberapa hari menjelang hari raya Idul Fitri.

Padahal menurut Annisa, Ani telah menyiapkan baju lebaran untuk dikenakan saat hari raya. Ia berkisah, Ani telah mendapatkan kain batik berwarna hitam bermotif burung phoenix sebagai seragam lebaran keluarga besar Yudhoyono lebaran nanti.

"Jadi tahun ini ibu (Ani) sudah menyiapkan batik berwarna hitam bergambar burung phoenix. Kalau punya saya memang kainnya sudah dijahit, dan cuci-cucu pun sudah dapat kainnya. Gaia (putri Edhie Baskoro) juga sudah dapat kain tiga meter walaupun masih kecil," ungkap Annisa ditemui di kediaman SBY, Cikeas, Jawa Barat, Senin (3/6) malam.


Setiap tahun, lanjut Annisa, Ani selalu memilihkan motif baju lebaran. Biasanya, Ani memilihkan kain dengan corak yang terang agar nampak indah jika keluarga besar berfoto bersama. Ia berkisah, tahun lalu Ani memilihkan warna biru, sementara dua tahun lalu Ani memilih warna ungu.

Hanya saja, di tahun ini, Annisa merasa ada yang janggal. Sebab, Ani memilih kain berwarna hitam, di mana warna gelap jarang menjadi pilihannya untuk dikenakan di hari raya. Bahkan, Ani sudah meminta Annisa untuk mengenakan atasan berwarna putih gading saat lebaran nanti agar berpadu dengan bawahan yang akan dijahit menggunakan batik tersebut.

"Jarang sekali ibu memilihkan baju yang warnanya monokrom. Ibu biasanya selalu memilih kain berwarna biar bagus foto bersamanya. Kali ini, Aliya (istri Edhie) yang mengetahui, 'Kok ibu meminta warna putih ya?'", terang Annisa.

Annisa tak menduga bahwa itu adalah firasat ihwal kepergian Ani. Terlebih, setelah ia mengetahui makna motif burung phoenix dari sahabatnya yang sekaligus perancang batik, Iwet Ramadhan. Menurut Iwet, burung phoenix adalah perlambang keanggunan dan kekuatan perempuan, yang menurut Annisa sangat cocok mendeskripsikan pribadi Ani.

"Makna motif batiknya itu mencerminkan ibu, simbol keanggunan dan kekuatan perempuan dan itu adalah burung surga, burung yang terbang ke taman surga. Saya baru tahu hari ini. Banget, barusan banget. Luar biasa sekali," tutur Annisa.

Ia melanjutkan, baju yang sedianya akan digunakan untuk lebaran itu sudah dikenakannya kala menghadiri upacara pemakaman Ani di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Minggu (2/6) kemarin. Tak hanya Annisa, kain itu juga dikenakan oleh Aliya Rajasa sebagai penghormatan terakhir kepada Ani.

Namun rencananya, baju serupa masih akan ia kenakan pada lebaran nanti agar kehadiran Ani masih bisa dirasakan oleh keluarga besar Yudhoyono. Sayang, tidak akan ada lagi sosok Ani yang memilihkan baju lebaran untuk tahun depan dan seterusnya.

"Saya merasa bahwa ini terakhir kalinya (Ani mempersiapkan baju idul fitri). Nanti selanjutnya kami harus mandiri," pungkas dia.

Ani Yudhoyono meninggal dunia pada Sabtu (1/6) pukul 11.50 waktu Singapura. Sebelumnya Ani dirawat selama empat bulan di National University Hospital (NUH) karena sakit kanker darah.

Dokter kepresidenan, Terawan Agus Putranto meyebut kondisi Ani sempat membaik pada Jumat (31/5), tapi tak bertahan lama sehingga harus menggunakan respirator.

Hingga wafat, Ani belum sempat melakukan donor sumsum tulang belakang yang rencananya akan diberikan sang adik Pramono Adhie Wibowo. Rencana donor urung dilakukan karena kondisi yang tidak memungkinkan. (eks)