Kesimpulan ini diambil setelah melakukan analisis forensik pada serpihan-serpihan bom di tempat kejadian perkara, serta sisa serbuk yang melekat di tubuh pelaku di sekitar perut maupun luka di tangan sebelah kanan.
"Hasil kesimpulan sementara itu bom low explosive," Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo, saat konferensi pers ledakan bom Kartasura, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (4/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi juga menyimpulkan bahwa pelaku merupakan lone wolf atau pelaku tunggal yang terpapar oleh ideologi ISIS, tapi belum tergabung dengan jaringan manapun.
"Kemudian rekam jejaknya di kelompok masih belum terlihat, dan rekam jejak aksi yang bersangkutan belum terbaca."
Terduga pelaku pengeboman pos polisi Kartasura sendiri mengalami luka di tangan dan perut dan saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang untuk mendapatkan perawatan medis dan pemeriksaan, Selasa (4/6). (gst/vws)