Yakni, di dermaga 5 dan 6 Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Merak di dermaga 4,5, dan 7.
"Jadi, di Bakauheni dia memuat, kemudian bongkar di Merak. Tetapi, nggak muat lagi. Jadi, setelah bongkar di Merak langsung balik lagi ke Bakauheni," kata Budi di Gedung Kementerian Perhubungan, Selasa (4/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kapal penuh atau tidak penuh harus berangkat," tegasnya.
Jika antrean mencapai 1 kilometer dari arah tol Lampung, maka akan dikeluarkan di Simpang Hatta dan Kalianda. Sementara itu, jika antrean mencapai 4 km, maka akan dikeluarkan di Sidomulyo.
"Intinya kami perlambat pergerakan kendaraan bermotor dengan jalan tol. Jadi, tak perpanjang antrean," jelas Budi.
Penjualan tiket, lanjutnya, secara manual juga akan dilakukan. Sebab, melihat saat arus mudik, banyak pemudik yang tak memiliki KTP seperti yang seharusnya. Kurangnya nominal di uang elektronik juga menjadi kendala.
"Makanya diberlakukan bypass data manifest, jadi modelnya manual," tandasnya. (chr/bir)