Cerita Pemantau Arus Mudik Jauh dari Keluarga Jelang Lebaran

CNN Indonesia | Selasa, 04/06/2019 07:10 WIB
Cerita Pemantau Arus Mudik Jauh dari Keluarga Jelang Lebaran Posko Mudik Terpadu Kementerian Perhubungan. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hiruk pikuk arus mudik Lebaran 2019 tak dinikmati semua orang. Salah satunya Taufiq, Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Bengkulu-Lampung.

Saat berbincang dengan CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Taufiq mengatakan seluruh keluarganya berada di Jakarta sementara dirinya di luar kota. Sejak bertugas di Kementerian Perhubungan, ia tidak pernah sekali pun bisa berlebaran sepenuhnya bersama keluarga.

"Alhamdulillah belum pernah. Lebih sering di jalan. Sebenarnya kayak tahun kemarin itu 1 Syawal di rumah tapi setelah selesai salat Id langsung kerja lagi," ucap Taufiq sambil tertawa.


"Kalau lihat videonya sedih sebenarnya selesai salat Id keluarin mobil terus divideoin, mereka dadah sambil nurunin kaca. Dadah papa, hati-hati ya. Mereka melepas gitu. Enggak ada drama sih, tapi ada yang bilang, wah anak-anaknya kuat ya. Mereka sudah terbiasa," ujar Taufiq.


Arus mudik bisa disebut sebagai hajatan tahunan Kemhub. Setiap tahun, Kementerian ini ikut memantau perkembangan arus mudik maupun arus balik dari pusat dan turun langsung ke lapangan.

Seperti tahun ini, Taufiq tak berada di Jakarta karena harus memantau arus di sekitar Bengkulu dan Lampung.

"Kadang nih suka mikir, gue lagi gue lagi? Tapi ya sudah, dikerjain. Tapi pimpinan harus kuat telinga saja sama kalau muka tiba-tiba jutek. Tapi tetap dikerjain, kok," guyonnya sampai tertawa kencang.


Tak hanya itu, ia juga menceritakan dirinya bahkan tak bisa mendampingi istri ketika melahirkan anak pertamanya.

"Bapaknya di Jakarta tapi katanya (lahirnya) siangan makanya ke kantor dulu karena ada yang mau dikerjain. Nyatanya pas di parkiran, eh anaknya sudah lahir," tuturnya sambil tertawa.

Keluarga Taufiq, mulai dari orang tua, anak, serta pasangannya pun tak pernah komplain kepadanya karena tak bisa bersama sepenuhnya saat Hari Raya Idul Fitri.

Oleh sebab itu, ia menyatakan lama-lama mulai tak bermasalah dengan bekerja ketika Lebaran. Menurutnya, itu merupakan tanggung jawab yang harus diemban ketika menjadi PNS Kemhub sehingga tak pernah menolak ketika diberi tugas.

"Kadang begini, saya lebih pengin capai target tertinggi, set achievement yang tinggi. Lebih kepikiran kalau saya enggak mau lakuin ya siapa lagi? Sama tanggung jawab pekerjaan dan jabatan," tuturnya.


[Gambas:Video CNN] (chr/pmg)