Khatib Salat Id Istiqlal: Mari Menebar Maaf di Hari Fitri

CNN Indonesia | Rabu, 05/06/2019 08:47 WIB
Khatib Salat Id Istiqlal: Mari Menebar Maaf di Hari Fitri Khatib Salat Idul Fitri Masjid Istiqlal. (Said Agil Munawar: ADEK BERRY / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Khatib Salat Id Masjid Istiqlal, Said Agil Husin Al Munawar mengajak seluruh masyarakat untuk saling menebar maaf di hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah.

Menurutnya, memberi dan meminta maaf adalah sikap yang dianjurkan oleh Allah SWT.

"Di hari yang suci dan fitri ini marilah kita saling menebar maaf," kata Said Agil di hadapan jemaah Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (5/6). Tema kutbah kali ini adalah 'Memberi Maaf Membangun Kebersamaan'.


Hadir dalam Salat Id di Masjid Istiqlal di antaranya, Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi dan putranya Kaesang Pangarep. Kemudian Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Selain itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, dan sejumlah duta besar negara sahabat.

Said Agil menambahkan, memberi dan meminta maaf dapat menetralisir sikap dendam dan rasa marah oleh masing-masing individu. Katanya, tak semua dendam dan marah itu timbul akibat seseorang enggan memberi dan meminta maaf.

"Tetapi yang jelas sifat enggan memberi dan meminta maaf dapat menimbulkan dendam dan marah seseorang. Selain itu sikap mudah memberi dan meminta maaf merupakan salah satu ciri orang yang bertakwa," ujarnya.

Mantan Menteri Agama itu kemudian menyitir Surat Al Imran ayat 133-134. Kandungan ayat itu, kata Said Agil melekat pada diri para Nabi dan Rasul, sahabat utama Nabi Muhammad SAW, ahli sufi dan orang-orang yang saleh.
Menurut Said Agil, sikap memberi maaf ditunjukkan oleh Nabi Yusuf AS yang memaafkan saudara-saudaranya yang dulu membuangnya.

Nabi Muhammad SAW juga memberi maaf kepada penduduk Mekkah yang dulu memusuhi dakwahnya, menyiksa dan mengusirnya.

Guru Besar Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyebut pada dasarnya manusia diciptakan tidak untuk saling bertikai, melainkan mengabdi kepada Allah SWT.

Sudah semestinya, kata dia, manusia menerapkan Alquran dan Assunnah sebagai prinsip utama.

"Sesungguhnya jika setiap tindak kejahatan dibalas dengan kejahatan yang lain, maka hal itu justru akan melahirkan dendam," tuturnya.

"Segera minta maaf jika merasa menyinggung perasaan orang lain merupakan sikap yang mulia," kata Said Agil menambahkan.
Lebih lanjut, kata Said Agil, kebersamaan merupakan sumber rahmat dari Allah SWT. Menurutnya rahmat Allah SWT hanya terdapat pada mereka yanyang menyebarkan rahmat di muka bumi.

"Kebersamaan dapat dibangun jika masing-masing individu memiliki sikap untuk saling memberi pertolongan," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/ugo)