"Kalau yang di Nagrek itu H+1, H+2, sampai besok akan masih ada mobilisasi ke arah Garut, Tasikmalaya, dan sekitarnya," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, Kamis (6/6) malam.
Budi memastikan kepadatan yang terjadi di Nagrek, Bogor, dan Bandung, bukan karena arus mudik ataupun arus balik. Hal ini menurutnya sudah menjadi tren yang biasa ditemui satu-dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa penanganan salah satunya pengawasan ketat di sekitar Pasar Limbangan Garut. Andong-andong juga diminta berhenti di jalan nasional," imbuh Budi.
"Antisipasinya sedikit terlambat baru hari ini. Saya tugaskan Jasa Marga supaya diskresi itu contraflow) dilakukan," kata Budi usai mengunjungi Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Selatan, Kamis (6/6).
Budi mengatakan contraflow situasional akan dilakukan apabila terjadi kemacetan sepanjang tiga km. Apabila kemacetan bertambah panjang, makan jalur contraflow akan ditambah. (eks)