Gubernur Sultra Janji Bangun Rumah Warga Buton yang Dibakar

CNN Indonesia | Jumat, 07/06/2019 16:57 WIB
Gubernur Sultra Janji Bangun Rumah Warga Buton yang Dibakar Ratusan rumah warga Buton dibakar usai bentrokan antarwarga di hari pertama lebaran 2019. ((Antara/ Hernawan Wahyudono))
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, memastikan akan membangun kembali rumah-rumah warga yang terbakar akibat bentrok antara desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo di Kabupaten Buton saat hari pertama lebaran 2019.

Ali mengklaim telah mengerahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Sosial (Dinsos), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI-Polri untuk mendata secara pasti jumlah rumah yang terbakar akibat bentrokan.

"Kami akan mengirim tim, membangun kembali rumah yang rusak. Kami kebetulan ada bantuan untuk pembangunan rumah di desa-desa," jelas Ali mengutip Antara, Jumat (7/6).


Ali Mazi mengatakan masyarakat tak perlu khawatir soal tempat tinggal, dirinya sebagai Gubernur Sultra mengaku bertanggung jawab.

"Saya sebagai gubernur bertanggungjawab akan segera merealisasikan pembangunan rumah-rumah yang sudah terbakar," tegas Ali.


Ia mengimbau kepada masyarakat Desa Sampuabalo dan Gunung Jaya agar menjaga situasi, harmonisasi, dan keamanan. Apalagi, saat ini masih momen lebaran Idul fitri 1440 Hijirah.

"Saatnya kita saling maaf-memaafkan. Ini saatnya membangun kampung kita menjadi kampung yang maju. Janganlah masalah-masalah kecil menjadi besar," ujarnya.

Ali yang telah menjabat selama dua periode ini juga mengimbau kepada warga desa yang merupakan tetangga daerah Buton tidak terprovokasi dan memperkeruh suasana.

"Saya berharap desa-desa tetangga agar menjaga situasi, tidak memperkeruh keadaan. Ini kampung milik kita, jangan kita terprovokasi," pungkasnya.


Sebelumnya, dinas kesehatan Buton melaporkan ada 2 warga meninggal dunia akibat bentrok, dan puluhan lainnya luka luka.

Ada sekitar 87 rumah, satu mobil pikap, dan satu motor ikut dibakar massa. Sekitar 600 warga di dua desa yang terlibat bentrok juga mengungsi dan masih trauma untuk kembali ke desanya.

[Gambas:Video CNN] (antara/DAL)