Arus Balik di Kampung Rambutan Melebihi Keberangkatan

CNN Indonesia | Senin, 10/06/2019 13:47 WIB
Arus Balik di Kampung Rambutan Melebihi Keberangkatan Pemudik berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, 8 Juni 2019. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengelola Terminal Kampung Rambutan menyatakan jumlah penumpang yang datang pada arus balik lebih banyak dibandingkan keberangkatan pada periode Lebaran 2019.

"Selisih penumpang mencapai 2.044 orang," ujar Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Terminal Kampung Rambutan, Thofik Winanto, Senin (10/6) seperti dikutip dari Antara.

Ia mengungkapkan hasil angka selisih itu didapat dari jumlah total pemberangkatan sejak 29 Mei atau tujuh hari sebelum Lebaran (H-7) hingga 9 Juni 2019 (H+3), dibandingkan dengan total kedatangan pada periode sama.


Thofik mengasumsikan bertambahnya jumlah orang yang datang ke Terminal Kampung Rambutan itu karena sebagian pemudik mengajak sanak saudaranya ke Jakarta. Apalagi, tahun ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan meniadakan operasi yustisi.

"Asumsinya pemudik mengajak sanak saudaranya ke Jakarta, namun memang itu tidak sepenuhnya benar," kata Thofik.


Ia hanya dapat mengimbau agar pendatang baru membawa surat pindah dan melapor ke otoritas setempat ketika tiba di Jakarta. Sebagai ganti tiadanya operasi yustisi, Anies memerintahkan jajarannya hingga ke tingkat rukun tetangga untuk melakukan pendataan lewat Pelayanan Bina Kependudukan.

Terkait jumlah arus balik, Thofik Winanto memperkirakan mencapai puncaknya pada 13 Juni 2019 mendatang (H+7) menyusul jadwal masuk sekolah yang dimulai pada 14 Juni 2019.

"Pada 9 Juni (H+3) memang terjadi lonjakan kedatangan penumpang, namun pada H+7 diperkirakan lebih banyak lagi," katanya.

Tercatat pada Minggu (9/6) sebanyak 801 bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) telah masuk ke Terminal Kampung Rambutan dan menurunkan sebanyak 24.295 penumpang pada masa arus balik Lebaran 2019. Sementara itu, jumlah penumpang yang datang pada Senin ini (10/6) sejak pukul 00.00-10.00 WIB sebanyak 7.056 orang.

"Bus yang datang masih didominasi dari Jawa Barat, belum terlihat lonjakan bus dari Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujar Thofik Winanto.

Sementara itu, pada pekan lalu, Anies memprediksi akan terjadi kenaikan pendatang baru pascalibur Lebaran 2019. Angka itu naik sekitar 2.000 orang dari jumlah pendatang baru tahun 2018.

"Kalau proyeksi kira-kira sekitar 71.000 (yang masuk) dibandingkan tahun lalu 69.000," kata Anies di Puskesmas Kalideres, Jakarta, Senin (3/6).

Anies mengatakan tahun 2018 sekitar 5.865.000 pemudik berangkat meninggalkan Jakarta. Kemudian, pada arus balik ada 5.934.000 orang yang masuk ke Jakarta.

Anies menegaskan Pemprov DKI tak mempermasalahkan pendatang baru yang masuk ke Ibu Kota. Ia menyatakan pintu akan dibuka selebar-lebarnya bagi warga yang ingin mencari nafkah di Jakarta.

"Semuanya warga negara Indonesia yang berhak untuk bergerak kemana saja selama mereka berada di wilayah Indonesia, kan di Indonesia kalau bergerak tidak perlu paspor, mereka WNI bisa ke mana saja," ujar Anies.


[Gambas:Video CNN] (Antara/kid)