Ma'ruf Bicara Kemungkinan PAN-Demokrat Merapat ke Kubu Jokowi

CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 16:22 WIB
Ma'ruf Bicara Kemungkinan PAN-Demokrat Merapat ke Kubu Jokowi Cawapres Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin menyebut pihaknya akan membuka seluas-luasnya pintu bagi parpol lain di luar Koalisi Indonesia Kerja (KIK) untuk bergabung dalam barisan parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf usai Pilpres 2019. Tak terkecuali PAN dan Partai Demokrat.

Ma'ruf menyebut kedua partai kemungkinan akan turut bergabung dalam koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf. Namun demikian, soal pengisian Kabinet Kerja semua tergantung dan menjadi kewenangan Jokowi.

"Kalau [Demokrat dan PAN] bergabung sih mungkin. Kalau soal kabinet sih urusan Pak Jokowi," kata Ma'ruf saat ditemui di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (11/6).


Mantan Rais Aam PBNU itu menyatakan tak keberatan bila PAN dan Demokrat bergabung dalam koalisi Jokowi. Kedua partai akan diterima oleh koalisi jika memutuskan bergabung.

Sementara soal rekonsiliasi dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ma'ruf mengaku belum mengetahui kapan. Ia menyebut pihaknya masih mencari waktu yang tepat untuk menggelar rekonsiliasi tersebut.

"Ya kan lagi cari waktu, ya [dalam waktu dekat]," kata Ma'ruf.

Perlu Bentuk Kabinet Rekonsiliasi

Terpisah, Direktur Program Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima mengatakan kubunya tengah mempertimbangkan untuk membentuk kabinet rekonsiliasi bila secara resmi ditetapkan sebagai pemenang Pemilihan Presiden 2019. Dalam arti, kabinet tak hanya dari koalisi Jokowi-Ma'ruf, tapi juga diisi oleh kubu Prabowo-Sandi.

"Menjadi kabinet rekonsiliatif itu perlu, karena kondisinya sekarang butuh kedamaian, keteduhan," ujar Aria saat dikonfirmasi.

Aria menyebut Koalisi Indonesia Kerja saat ini masih membuka pintu bagi parpol lain yang ingin bergabung bersama-sama mendukung Jokowi-Ma'ruf usai pilpres berakhir. Ia mengatakan bahwa koalisi Jokowi tidak terbatas pada sembilan partai yang sudah bergabung sejak awal.

"Untuk koalisi, terhadap siapapun masih terbuka. Entah itu PAN, Demokrat, atau Gerindra masih sangat mempunyai peluang yang sama untuk berkoalisi dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf," kata Aria.

[Gambas:Video CNN] (rzr/osc)