Pengusaha Didakwa Suap Direktur Krakatau Steel Rp101 Juta

CNN Indonesia | Rabu, 12/06/2019 15:38 WIB
Pengusaha Didakwa Suap Direktur Krakatau Steel Rp101 Juta Ilustrasi Karatau Steel. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama PT Grand Kartech Tbk Kenneth Sutardja didakwa menyuap Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Wisnu Kuncoro uang sebesar Rp101.540.000. Uang itu diberikan agar Wisnu menyetujui pengadaan dua unit boiler kapasitas 35 ton dengan anggaran Rp24 miliar di Krakatau Steel.

"Terdakwa memberi sesuatu berupa uang tunai kepada Wisnu Kuncoro yang bertentangan dengan kewajibannya sebagai Direktur Produksi dan Teknologi Krakatau Steel," ujar jaksa Ali Fikri saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (12/6).

Uang itu diberikan secara bertahap melalui seseorang bernama Karunia Alexander Muskita dengan rincian US$4 ribu atau setara Rp56.540.000 dan Rp45 juta.


Kasus ini bermula ketika Karunia menghubungi Kenneth untuk meminta uang sebesar Rp250 juta yang akan diberikan pada Wisnu. Ia sejak lama memang memiliki hubungan baik dengan sejumlah pejabat di Krakatau Steel.

Karunia pun mengatur pertemuan dengan Wisnu pada Maret lalu untuk menanyakan pekerjaan yang bisa digarap Grand Kartech di Krakatau Steel. Sebelumnya, Karunia telah bertemu dengan Kenneth untuk menerima uang sebesar Rp101.540.000 yang akan diberikan pada Wisnu.

"Karunia kemudian bertemu Wisnu membicarakan pekerjaan yang akan diberikan pada Grand Kartech di Starbucks Bintaro Xchange Mall," kata jaksa.

Selain Kenneth, jaksa juga mendakwa Direktur Utama PT Tjokro Bersaudara Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro menyuap Wisnu sebesar Rp55,5 juta.

Uang itu juga diberikan melalui Karunia agar Wisnu menyetujui pengadaan pembuatan dan pemasangan dua unit spare bucket wheel stacker dan harbors stockyard senilai Rp13 miliar di Krakatau Steel.

Karunia lantas meminta Tjokro selaku pihak yang telah ditunjuk Krakatau Steel sebagai calon pelaksana proyek untuk segera menyiapkan uang Rp50 juta bagi Wisnu. Tjokro pun menyanggupi dengan mengatakan, "mesti gw angpauin, that's the chinese way."

Dari percakapan yang dikutip jaksa, Tjokro ternyata tak keberatan memberikan uang tersebut. Uang itu kemudian diberikan kepada Karunia melalui cek yang dicairkan di Bank Permata Melawai Jakarta. Ia lantas memberikan uang tersebut di lokasi yang sama dengan pemberian uang dari Kenneth kepada Wisnu.

Di akhir pertemuan itu, Karunia juga menyerahkan uang tunai Rp20 juta yang disimpan dalam sebuah paper bag. Usai memberikan uang, Wisnu dan Karunia pun dicokok penyidik KPK.

Atas dakwaan tersebut, Kenneth maupun Tjokro menyatakan tak mengajukan eksepsi. Keduanya didakwa melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.

(psp/arh)