Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan pengamanan di Jatim itu penting dilakukan lantaran tensi di Jatim yang masih tinggi pascapengumuman hasil pemilu dan Pilpres 2019, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luki merinci selama pelaksanaan sidang PHPU di MK yang tahapannya dimulai sejak 14 hingga 28 Juni 2019 Polda Jatim menerjunkan 6.331 personel kepolisian, lalu ditambah pula dengan 2.980 personel TNI. Totalnya mencapai 9.311 personel.
"Dalam rangka pengamanan sidang PHPU, Polda Jatim telah menyiapakan personel sebanyak 6.331 personel dan dibantu TNI sebanyak 2.980 personel. Sasaran giat pengamanan tersebut adalah kantor KPU, Bawaslu, gudang logistik, dan objek vital, yang berada di Jawa Timur," kata dia.
Luki berharap seluruh personel yang terlibat, selalu waspada terhadap upaya pihak-pihak tertentu yang ingin mengganggu pelaksanaan sidang PHPU di wilayah Jatim.
"Laksanakan deteksi dini terhadap seluruh potensi gangguan kamtibmas yang dapat menimbulkan ancaman selama proses sidang PHPU berlangsung di Jawa Timur, khususnya di wilayah Jatim," katanya.
"Laksanakan mapping dan monitoring terhadap kelompok yang diindikasi akan mengganggu proses jalannya sidang PHPU dan lakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak menimbulkan gangguan kamtibmas. Jalin sinergitas dengan TNI, tokoh politik, tokoh agama, tokoh pemuda, dan komponen masyarakat lainnya," kata dia.
Sementara itu, untuk melakukan pengamanan sidang di MK, Jakarta, Luki menyebut pihaknya juga telah mengirimkan sejumlah 1.200 personel. Personel tersebut, terdiri dari Satuan Brimob dan Sabhara.
(frd/arh)