Dikritik, Wasekjen Demokrat Sindir Balik Kader Senior

CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 18:33 WIB
Dikritik, Wasekjen Demokrat Sindir Balik Kader Senior Wakil Sekretaris Partai Demokrat Rachlan Nashidik. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Partai Demokrat Rachlan Nashidik menanggapi santai soal kritikan para kader senior di partainya. Dia mengaku bakal berkomunikasi dengan para kader senior yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) tersebut.

Sebelumnya, sejumlah kader senior Demokrat mengkritik Rachlan, Wasekjen Andi Arief, serta Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Ferdinand Hutahaean lantaran kerap melontarkan pernyataan yang membuat gaduh.

Menurut Rachlan, wajar jika dalam satu partai terdapat perbedaan pandangannya. Karena itu dirinya akan berkomunikasi langsung dengan para senior di Demokrat.


"Saya nanti akan berkonsultasi pada mereka tentang menjaga marwah partai. Namanya juga partai politik. Perbedaan pandangan wajar," tutur Rachlan kepada wartawan melalui pesan singkat, Kamis (13/6).

Meski demikian Rachlan tetap menyindir para kader senior yang mengkritiknya. Dia seolah menganggap tidak sepatutnya GMPPD menyatakan sikap di hadapan pers mengenai perbedaan pandangan sebagai sesama kader.

"Apakah menyampaikan pandangan koreksi secara terbuka seperti yang mereka lakukan, padahal bisa dilakukan tertutup, tidak justru mempertontonkan celana dalam partai kepada orang lain?" tutur Rachlan.

Para kader senior Demokrat yang tergabung dalam GMPPD juga meminta Rachlan meminta maaf atas sikapnya selama ini. Mengenai hal itu, Rachlan tidak menjawab tegas apakah bakal melakukan apa yang didambakan para kader senior atau tidak.

"Sudah. Namanya Lebaran, orang meminta dan memberi maaf. Termasuk saya," kata Rachlan.

"Selebihnya saya no comment. Saya tidak mau berbantahan dengan sesama kader di hadapan orang lain," tambah dia.

Sebelumnya, sejumlah kader senior Partai Demokrat membentuk GMPPD. Mereka yang menginisiasi antara lain Max Sopacua, Ahmad Mubarok, Ahmad Yahya dan beberapa tokoh lainnya.

Mereka menganggap ada permasalahan di internal partai. Salah satunya adalah ada beberapa pengurus yang kerap membuat gaduh dengan pernyataan-pernyataannya. Misalnya dengan membenturkan Demokrat dengan partai, tokoh, dan komunitas lain.

Pengurus yang dimaksud antara lain Wasekjen Andi Arief, Rachlan Nashidik, dan Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Ferdinand Hutahaean.

"Saudara Ferdinand Hutahaean, Rachlan Nashidik dan Andi Arief kerap melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan marwah, karakter dan jati diri Partai Demokrat sehingga melahirkan inkonsistensi dan kegaduhan," tutur para kader senior melalui siaran pers yang dibacakan di bilangan Cikini, Jakarta, Kamis (13/6).

"Kepada yang bersangkutan diwajibkan menyampaikan permohonan maaf dan tidak mengulanginya lagi," lanjut para kader senior.

[Gambas:Video CNN] (bmw/osc)