Cegah Gaduh, TKN Imbau Pendukung Jokowi Tak Datangi MK

CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 00:24 WIB
Cegah Gaduh, TKN Imbau Pendukung Jokowi Tak Datangi MK Direktur Bidang Hukum dan Advokasi Jokowi-Ma'ruf Amin, Ade Irfan Pulungan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengimbau bagi seluruh pendukung pasangan calon nomor urut 01 tidak mendatangi gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (14/6) esok.

MK pada esok hari menggelar sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019. Prabowo-Sandi menjadi pihak pemohon dalam kasus ini. KPU sebagai pihak termohon dan Jokowi-Ma'ruf sebagai pihak terkait. Sidang dimulai pukul 09.00 WIB.

Direktur Bidang Hukum dan Advokasi Ade Irfan Pulungan mengatakan imbauan tersebut bertujuan agar para pendukung Jokowi tak menambah kegaduhan di sekitar Gedung MK saat sidang perdana digelar besok.


"Soal mobilisasi massa, kami mengimbau pendukung kita tidak hadir. Enggak usah memberikan kegaduhan dan suasana yang tak elok di jalan," kata Ade saat ditemui di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (13/6).

Lebih lanjut, Ade mengatakan mobilisasi massa saat sidang MK dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan karyawan di sekitar Gedung MK.

Ia lantas meminta kepada para pendukung Jokowi-Ma'ruf untuk mempercayai proses tersebut kepada MK dan mengawal proses persidangan dari rumahnya masing-masing.

"Percayakan saja pada forum persidangan. Supaya semuanya melihat ini, semua media kan menyiarkan secara langsung, nah itu bisa dilihat di rumah masing-masing. Kalau biasanya ada nobar sepak bola, ini ada nobar sidang MK," tambahnya.

Di sisi lain, Ade meyakini bahwa persidangan PHPU di MK hingga tanggal 28 Juni 2019 akan berlangsung normal seperti sidang-sidang MK yang lain. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat tak perlu berlebihan untuk mengekspresikan pendapatnya hingga turun ke jalan.

"Persidangan di MK itu ya seperti persidangan di MK yang pernah ada. Enggak perlu suasana [berlebihan] itu, dapat menimbulkan hal negatif," ujarnya. (rzr/wis)