Abdullah mengatakan dirinya sengaja turun ke jalan mengikuti aksi untuk memberikan dukungan moril kepada para hakim MK. Tak tanggung-tanggung, pria kelahiran 1949 tersebut hadir di sana sebagai koordinator aksi.
Sebagai koordinator aksi, ia mengklaim kehadirannya tak untuk membela salah satu paslon tertentu. Abdullah percaya sembilan hakim MK bisa bekerja secara independen dan profesional dalam menangani PHPU Pilpres dan juga Pileg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Abdullah menilai kondisi Indonesia saat ini masih mengalami darurat penegakan hukum. Ia pun menyinggung beberapa kasus penegakkan hukum di Indonesia masih menyisakan misteri karena belum terselesaikan dengan baik
"Ada mantan ibu negara [meninggal dunia], semua televisi pagi, siang, sore, malam memberitakannya. Tapi 600 lebih orang KPPS meninggal tidak ada sama sekali," kata dia.
Massa melakukan aksi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (14/6), saat sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) tengah digelar di Mahkamah Konstitusi (MK). (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Melihat hal itu, Abdullah meminta agar dalam sidang di MK, hakim dapat bersikap adil dalam memutuskan sengketa PHPU ini. Sebab, kata dia, hakim MK sendiri tak berbeda jauh seperti wakil tuhan.
"Dalam setiap keputusan pengadilan sesuai dengan sila pertama, kemudian kami ketuk hati Ketua MK yang pernah menggunakan ayat Alquran saat pelantikan agar dilaksanakan," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (rzr/osc)
Massa melakukan aksi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (14/6), saat sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) tengah digelar di Mahkamah Konstitusi (MK). (CNN Indonesia/Andry Novelino)