Ikut Aksi, Eks Penasihat KPK Beri Dukungan Moril untuk MK

CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 14:03 WIB
Ikut Aksi, Eks Penasihat KPK Beri Dukungan Moril untuk MK Eks Penasihat KPK Abdullah Hehamahua. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Penasihat lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua terlihat mengikuti aksi damai di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat saat sidang perdana PHPU Pilpres 2019 digelar Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (14/6).

Abdullah mengatakan dirinya sengaja turun ke jalan mengikuti aksi untuk memberikan dukungan moril kepada para hakim MK. Tak tanggung-tanggung, pria kelahiran 1949 tersebut hadir di sana sebagai koordinator aksi.

Sebagai koordinator aksi, ia mengklaim kehadirannya tak untuk membela salah satu paslon tertentu. Abdullah percaya sembilan hakim MK bisa bekerja secara independen dan profesional dalam menangani PHPU Pilpres dan juga Pileg.


"Aksi ini memberikan dukungan moril, support ke MK supaya mereka tidak usah takut. Mereka independen mengambil keputusan gugatan ini demi keadilan, demi kemanusiaan, demi kedaulatan NKRI sesuai fakta hukum," kata Abdullah saat ditemui di tengah aksi.


Lebih lanjut, Abdullah menilai kondisi Indonesia saat ini masih mengalami darurat penegakan hukum. Ia pun menyinggung beberapa kasus penegakkan hukum di Indonesia masih menyisakan misteri karena belum terselesaikan dengan baik

Salah satu contohnya kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, hingga meninggalnya ratusan petugas KPPS Pemilu 2019 yang belum diusut tuntas oleh kepolisian.

"Ada mantan ibu negara [meninggal dunia], semua televisi pagi, siang, sore, malam memberitakannya. Tapi 600 lebih orang KPPS meninggal tidak ada sama sekali," kata dia.

Ikut Aksi, Eks Penasihat KPK Beri Dukungan Moril untuk MKMassa melakukan aksi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (14/6), saat sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) tengah digelar di Mahkamah Konstitusi (MK). (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Melihat hal itu, Abdullah meminta agar dalam sidang di MK, hakim dapat bersikap adil dalam memutuskan sengketa PHPU ini. Sebab, kata dia, hakim MK sendiri tak berbeda jauh seperti wakil tuhan.

"Dalam setiap keputusan pengadilan sesuai dengan sila pertama, kemudian kami ketuk hati Ketua MK yang pernah menggunakan ayat Alquran saat pelantikan agar dilaksanakan," kata dia.


[Gambas:Video CNN] (rzr/osc)