Pasang Tulisan Kaligrafi, MK Ingatkan soal Keadilan Sejati

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 14:29 WIB
Pasang Tulisan Kaligrafi, MK Ingatkan soal Keadilan Sejati Kaligrafi di dalam gedung MK. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mendongak ke atas sebelum masuk ke ruang sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), sebuah tulisan kaligrafi sepanjang 10 meter terbentang di dinding di atas pintu. Warna kaligrafi bergaya tulisan khat tsuluts itu abu-abu gelap, berpadu dengan dinding marmer abu-abu muda di ruang lega yang berbentuk bundar dengan pilar-pilar besar itu. Megah.

Di bagian bawahnya, tertulis kecil keterangan berupa QS An-Nisa: 135. Dalam ayat itu, Allah SWT diketahui mengingatkan kepada orang-orang beriman untuk menegakkan keadilan yang sejati yang tanpa pandang bulu dan bersaksi dengan sejujurnya.

"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah walau terhadap dirimu sendiri atau ibu, bapak, dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan," demikian kurang lebih terjemahan ayat tersebut.


Juru Bicara MK Fajar Laksono menyampaikan kaligrafi itu baru dipajang pada awal bulan Ramadan atau sebelum sidang sengketa Pilpres 2019 dimulai.

"Iya baru Ramadan kemarin [dipasang]," ucap Fajar saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (14/6).

Fajar berkata MK sengaja memasang kaligrafi tersebut untuk menunjukkan identitas MK sebagai lembaga peradilan.

"Dilihat dari pilihan ayatnya yang terkait dengan keadilan, ya sesuailah dengan keberadaan MK sebagai lembaga peradilan," tuturnya.

Pada sengketa Pilpres 2019 ini, MK mengadili permohonan yang diajukan oleh pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jumat (14/6) merupakan hari perdana sidang sengketa tersebut. Dua paslon capres-cawapres tak menghadiri sidang itu.

[Gambas:Video CNN] (arh)