Cerita Andre Rosiade Kecele di Kantor Facebook Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 18:50 WIB
Cerita Andre Rosiade Kecele di Kantor Facebook Indonesia Politikus Gerindra Andre Rosiade. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Niat politikus Andre Rosiade mengadu kepada Facebook dan Instagram Indonesia berujung kecewa. Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu tak menemukan apa-apa saat mendatangi kantor Facebook dan Instagram di Gedung Capitol Place, Kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (14/6).

Andre berniat mengadu kepada perwakilan Facebook dan Instagram di Indonesia karena akun Instagram miliknya dicabut tanpa tahu penyebabnya. Namun sesampai di kantor perwakilan, dia menyebut kantor itu kosong tanpa karyawan.


Andre mengatakan kantor yang berada di lantai 49 Gedung Capitol Place itu hanya dijaga oleh satpam tanpa ada satupun karyawan yang bekerja di salah satu ruangan.


"Ternyata ini yang harus diketahui oleh publik bahwa Facebook di Indonesia hanya menyewa kantor kecil yang ditunggu oleh seorang security, namanya Fadli," kata Andre ditemui di Gedung Capitol.

Andre melanjutkan ceritanya. Saat tiba, dia hanya disambut resepsionis gedung. Resepsionis itulah yang memberi tahu dirinya bahwa di lantai 49 hanya ada ruang kosong yang dijaga satpam.


"Jadi seluruh komplain, siapapun, Facebook dan Instagram atau apapun yang berurusan dengan Facebook itu komplain hanya disampaikan di resepsionis nanti resepsionis yang antar ke manajemen building," katanya.

Atas hal ini, Andre pun menduga bahwa perusahaan yang berbasis di sektor media daring ini hanya fokus mencari keuntungan di Indonesia tanpa memberi pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

"Ternyata saya temukan fakta yang lebih menarik bahwa ternyata Facebook hanya punya kantor kecil yang ditunggu oleh seorang security. Ini menunjukkan bahwa bisnis triliunan di Indonesia seperti FB tidak memberi manfaat bagi bangsa dan negara," katanya.

Andre lantas mempertanyakan sistem kendali bisnis untuk perusahaan-perusahaan besar dari luar negeri yang membuka kantor cabang di Indonesia.


Dia menduga tak ada sistem kendali dan aturan sehingga menyebabkan perusahaan-perusahaan seperti Facebook dan Instagram hanya membuka kantor bodong dengan gedung tanpa karyawan satu pun.

"Ini saya pertanyakan pada Kemenkominfo dan Komisi I DPR," kata Andre. (tst/wis)