Kasus Romi, KPK Bakal Periksa 3 Calon Rektor UIN

CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 19:52 WIB
Kasus Romi, KPK Bakal Periksa 3 Calon Rektor UIN Juru bicara KPK Febry Diansyah. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan pihaknya bakal memeriksa sejumlah calon rektor Universitas Islam Negeri (UIN).

Hal itu akan dilakukan dalam rangka pengusutan kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama oleh eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi.

Diketahui meski merupakan lembaga pendidikan, namun UIN berada di bawah naungan Kemenag, bukan Kemenristekdikti.


"Dalam bulan Juni ini kami berencana mulai melakukan pemeriksaan untuk sejumlah calon rektor universitas Islam negeri di beberapa daerah, surat sudah kami sampaikan," ucap Febri di kantor KPK, Jakarta, Jumat (16/5).

Febri menjelaskan bahwa proses pemilihan rektor diikuti oleh tiga calon. Kemudian, tiga calon itu yang akan diperiksa KPK.

Febri mengatakan itu bakal dilakukan karena KPK menemukan fakta-fakta baru dalam perkembangan kasus dugaan suap jual beli jabatan yang melibatkan Romi. Karenanya, KPK membutuhkan proses pemeriksaan kepada para calon rektor sebagai tindak lanjut penyidikan.

"Tapi saya belum bisa sebutkan secara detail Universitas Islam Negeri yang mana saja," kata Febri.

Nantinya, kata Febri, para calon rektor tersebut bakal dicecar beberapa pertanyaannya seperti sejauh mana mereka mengetahui peran Romi dalam praktik jual beli jabatan, termasuk juga akan apa saja yang dialami oleh para calon rektor. Selebihnya Febri belum mau merinci lebih jauh.

"Apa yang didalami tentu baru bisa diinformasikan setelah pemeriksaan dilakukan," kata Febri.


Dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kanwil Kemenag Jawa Timur, Romahurmuziy diduga menerima uang dengan total Rp300 juta dari Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi.

Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta, dengan rincian Rp50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

[Gambas:Video CNN] (bmw/osc)