Oknum TNI Mutilasi Pacar, Polisi Tak Temukan Tanda Kehamilan

CNN Indonesia | Sabtu, 15/06/2019 02:25 WIB
Oknum TNI Mutilasi Pacar, Polisi Tak Temukan Tanda Kehamilan Ilustrasi pembunuhan. (Istockphoto/fergregory).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Sumatera Selatan membantah pengakuan Prajurit Dua DP yang menyebut alasan melakukan pembunuhan dan mutilasi pacarnya, Fera Oktaria (21) karena hamil. Polisi menduga pengakuan Prada DP tersebut hanya alibi dan hendak menutupi motif sesungguhnya.

Berdasarkan pernyataan Prada DP yang disampaikan Kapendam II/Sriwijaya Djohan Darmawan, Prada DP mengaku berhubungan intim terlebih dahulu dengan Fera sebelum membunuhnya. Selain itu Prada DP juga mengaku, motif membunuh karena perempuan yang dipacarinya sejak SMA tersebut mendesak untuk dinikahi karena sudah berbadan dua.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Supriadi mengatakan, berdasarkan hasil visum di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang, petugas tidak menemukan bercak sperma di lokasi. Petugas juga tidak menemukan tanda-tanda kehamilan pada jasad Fera.


"Bisa jadi pernyataan itu dikatakan Prada DP hanya untuk alibi. Tidak ada tanda kehamilan, dari visum itu bisa dilihat. Nyatanya memang bekas sperma atau hamil juga tidak ada," kata Supriadi, Jumat (14/6).

Supriadi mengatakan, pengakuan DP tersebut pun bertentangan dengan keterangan keluarga yang disampaikan kepada penyidik Polda Sumsel. Supriadi berujar, pihak keluarga mengaku Fera ingin mengakhiri hubungan karena Prada DP memiliki sifat temperamen dan ringan tangan.

"Korban pun mengaku kepada kelaurga pernah dianiaya oleh pelaku pada akhir-akhir sebelum akhirnya korban dibunuh. Tapi saat korban hendak memutuskan hubungannya dengan pelaku, Prada DP menolak. Jadi mungkin saja jika korban hamil itu cuma alibi," ungkap dia.

Sebelumnya tim khusus Detasemen Intel Kodam II/Sriwijaya akhirnya berhasil menangkap Prajurit Dua (Prada) TNI berinisial DP (22) yang melarikan diri ke salah satu pondok pesantren di Serang, Banten, Kamis (13/6) malam. Prada DP ditangkap setelah sebulan kabur dan disersi sejak 29 Mei lalu.

DP diduga merupakan pelaku pembunuhan dan pemutilasi kekasihnya sendiri, Fera Oktaria di kamar penginapan Sahabat Mulia Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Jumat (10/5).

Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Infateri Djohan Darmawan mengatakan, DP mengaku membunuh Fera karena mengaku hamil dan mendesak untuk dinikahi. DP pun akhirnya kalut dan membunuh Fera.

"Dari pemeriksaan sementara DP mengaku membunuh FO karena FO hamil. Dia kalut, belum siap karena masih menjalani pendidikan. Sempat bersitegang kemudian DP membunuh FO," ucap Djohan.

Namun penyidik akan memastikan kembali apakah korban Fera memang hamil atau tidak. Termasuk mencari kebenaran terhadap pengakuan Prada DP yang sempat berhubungan intim dengan Fera sebelum membunuh.

"Kita harus ada bukti otentik almarhum hamil. Pengakuan sementara memang dia mengaku mereka berhubungan badan. Akan kita cari kebenarannya," ujar Djohan.

[Gambas:Video CNN] (idz/osc)