Berdasarkan pernyataan Prada DP yang disampaikan Kapendam II/Sriwijaya Djohan Darmawan, Prada DP mengaku berhubungan intim terlebih dahulu dengan Fera sebelum membunuhnya. Selain itu Prada DP juga mengaku, motif membunuh karena perempuan yang dipacarinya sejak SMA tersebut mendesak untuk dinikahi karena sudah berbadan dua.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Supriadi mengatakan, berdasarkan hasil visum di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang, petugas tidak menemukan bercak sperma di lokasi. Petugas juga tidak menemukan tanda-tanda kehamilan pada jasad Fera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya tim khusus Detasemen Intel Kodam II/Sriwijaya akhirnya berhasil menangkap Prajurit Dua (Prada) TNI berinisial DP (22) yang melarikan diri ke salah satu pondok pesantren di Serang, Banten, Kamis (13/6) malam. Prada DP ditangkap setelah sebulan kabur dan disersi sejak 29 Mei lalu.
DP diduga merupakan pelaku pembunuhan dan pemutilasi kekasihnya sendiri, Fera Oktaria di kamar penginapan Sahabat Mulia Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Jumat (10/5).
"Dari pemeriksaan sementara DP mengaku membunuh FO karena FO hamil. Dia kalut, belum siap karena masih menjalani pendidikan. Sempat bersitegang kemudian DP membunuh FO," ucap Djohan.
Namun penyidik akan memastikan kembali apakah korban Fera memang hamil atau tidak. Termasuk mencari kebenaran terhadap pengakuan Prada DP yang sempat berhubungan intim dengan Fera sebelum membunuh.
"Kita harus ada bukti otentik almarhum hamil. Pengakuan sementara memang dia mengaku mereka berhubungan badan. Akan kita cari kebenarannya," ujar Djohan.
[Gambas:Video CNN] (idz/osc)