Oknum TNI Pemutilasi Pacar Ditangkap Saat Menyamar di Ponpes

CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 19:25 WIB
Oknum TNI Pemutilasi Pacar Ditangkap Saat Menyamar di Ponpes Ilustrasi penangkapan. (Istockphoto/BrianAJackson)
Palembang, CNN Indonesia -- Setelah sekitar sebulan buron, tim khusus Detasemen Intel Kodam II/Sriwijaya akhirnya berhasil menangkap Prajurit Dua (Prada) TNI berinisial DP (22) yang melarikan diri ke salah satu pondok pesantren di Serang, Banten, Kamis (13/6) malam.

DP merupakan pelaku pembunuhan dan pemutilasi kekasihnya sendiri, Fera Oktaria (21), di kamar penginapan Sahabat Mulia Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Jumat (10/5).


Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Infanteri Djohan Darmawan menjelaskan penangkapan DP bermula dari informasi yang berasal dari keluarga sang buron. Salah satu tante dari Prada DP yang tinggal di Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumsel mendapatkan telepon dari tersangka pada Rabu (12/6). DP bercerita tentang kondisinya sekarang yang tidak bisa kembali lagi.


Setelah menerima telepon tersebut, pihak keluarga kemudian melapor ke Kodam dan dilakukanlah pelacakan. Saat diketahui posisi DP di Serang, timsus Denintel Kodam II/Sriwijaya pun ditemani keluarga segera bergerak untuk menangkap sang buron. Akhirnya, tanpa perlawanan DP ditangkap dan segera dibawa ke Palembang.

Saat ini Prada DP tengah menjalani penyidikan dari Pomdam II/Sriwijaya terkait tindakannya membunuh Fera.

"Setelah melakukan pembunuhan terhadap FO, Prada DP bergegas kabur dengan naik bis ke arah Lampung menuju ke Pelabuhan Bakauheni. Sampai di Merak, DP langsung menuju salah satu padepokan di daerah Serang dan menginap di sana selama kurang lebih satu bulan," ujar Djohan.

Djohan mengatakan selama ini DP mengaku kepada pemilik padepokannya ingin memperdalam agama. Di sana pun dia menggunakan nama samaran Oji bin Samsuri untuk menghilangkan jejaknya.

"Dari pemeriksaan sementara DP mengaku membunuh FO karena FO hamil. Dia kalut, belum siap karena masih menjalani pendidikan. Sempat bersitegang kemudian DP membunuh FO. Untuk lengkapnya masih ada pemeriksaan selanjutnya, berkas dari polisi pun baru akan kami terima," ujar Djohan.

Selain itu, Djohan mengatakan, pihaknya memastikan akan memecat Prada DP karena telah membunuh kekasihnya tersebut.

"Prada DP sudah mengakui perbuatannya membunuh FO itu. Dipecat itu sudah pasti. Kita mendidik prajurit dengan baik, bukan untuk melakukan hal kejam seperti pembunuhan seperti ini itu," ujar Djohan.

Sebelumnya diberitakan, Fera Oktaria (21) warga Lorong Indah Karya, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang ditemukan tewas di kamar penginapan Kabupaten Muba, Jumat (10/5).

Seiring berjalannya penyelidikan, mencuat dugaan kuat Fera dibunuh oleh kekasihnya Prada DP, yang disersi dari pendidikannya sejak 4 Mei 2019.

(idz/kid)