Polisi Cecar Kivlan Soal Uang Sin$15 Ribu dari Habil Marati

CNN Indonesia | Sabtu, 15/06/2019 17:29 WIB
Polisi Cecar Kivlan Soal Uang Sin$15 Ribu dari Habil Marati Tersangka kasus dugaan rencana pembunuhan empat tokoh nasional, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya mencecar Kivlan Zen terkait kepemilikan uang sebesar Sing$15 ribu yang diduga berasal dari Habil Marati (HM), dalam kasus dugaan rencana pembunuhan terhadap empat tokoh negara.

Hal itu dilakukan tim penyidik ketika memeriksa Kivlan Zen, Jumat (14/6), yang dalam kasus ini telah menyandang status tersangka.  

"Tadi malam itu Pak Kivlan dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan itu sebagai saksi terhadap tersangka HM (Habil Marati), berkaitan dengan uang pemberian dari tersangka HM," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, di RS Polri, Jakarta, Sabtu (14/6).


Habil sendiri disebut sebagai orang yang memberikan dana kepada eksekutor dan perencana pembunuhan empat tokoh negara.

"Ya tentunya kan kita mengadakan pada dasarnya berkaitan dengan kepemilikan uang 15 ribu dolar Singapura itu," ujar Argo

Kuasa hukum Kivlan, Muhammad Yuntri, mengatakan kliennya itu diperiksa sebagai saksi Habil Marati yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penyandang dana kericuhan 21-22 Mei 2019 dan pembelian senjata api.

"Ini terkait dengan pemeriksaan Pak Kivlan sebagai saksi untuk tersangka Habil Marati, jadi bukan senpi yang tadi saya sangka juga begitu," kata Yuntri, kemarin.

Kivlan kini menjadi tahanan terkait sejumlah kasus. Dia terseret dalam kasus makar, pemufakatan jahat, dan pemilikan senjata api ilegal.

Dalam kasus makar, Kivlan berurusan dengan hukum setelah menyatakan Indonesia akan merdeka pada 9 Mei 2019. Ia mengajak sejumlah pihak untuk ke KPU dan Bawaslu untuk melikuidasi Jokowi.

Sementara dalam kepemilikan senpi ilegal dan pemufakatan, Kivlan diduga memerintahkan sejumlah pihak untuk membeli empat senjata api untuk membunuh empat tokoh nasional yang merupakan para mantan jenderal, dan seorang pimpinan lembaga survei.

Habil juga telah ditetapkan tersangka oleh polisi. Perannya disebut sebagai pemasok dana untuk pembelian senjata api.

Dalam kasus pemufakatan jahat pembunuhan tokoh nasional, polisi telah menetapkan enam tersangka lain yang diduga menunggangi demonstrasi penolakan hasil pemilu pada Selasa (21/5), dan Rabu (22/5).

Enam orang itu yakni HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF. Dari kelompok tersebut, polisi menyita empat senjata api ilegal. Dua senjata api di antaranya rakitan. (sas/wis)