Saksi Disebut Dengar Sopir Bus Kecelakaan Cipali Ancam Bunuh

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 13:56 WIB
Saksi Disebut Dengar Sopir Bus Kecelakaan Cipali Ancam Bunuh Ilustrasi kecelakaan. (Istockphoto/razerbird)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Jawa Barat bakal mendalami keterangan dari para saksi perihal peristiwa kecelakaan beruntun yang terjadi di ruas tol Cikampek-Palimanan (Cipali), Senin (17/6) dini hari.

Apalagi, keterangan saksi bernama Amsor yang mengaku mendengar dirinya akan dibunuh oleh kernet dan sopir bus. Informasi soal pembunuhan itu, kata Ansor didengar dari percakapan telepon antara sopir dan kernet.

Atas dasar itulah, Amsor kemudian mencoba mengambil alih kendali sopir bus.


"Ya baru keterangan awal namun kita perlu penyelidikan lebih lanjut setelah saudara Amsor sehat, karena saat ini kondisinya masih terluka," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmasi, Senin (17/6).


Trunoyudo menerangkan pihaknya juga tidak akan terburu-buru untuk menetapkan tersangka dalam peristiwa kecelakaan tersebut.

"Itu baru keterangan info nanti kita lidik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Refdi Andri menyampaikan pihak kepolisian bakal terus mendalami penyebab terjadinya peristiwa kecelakaan beruntun tersebut.

"Siapapun yang melihat, siapapun yang mendengar, termasuk siapapun yang menyaksikan keadaan-keadaan sebelum terjadi kecelakaan, pada saat kecelakaan, tentu juga setelah kecelakaan, sekarang sedang didalami," tutur Refdi di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (17/6).

Sebelumnya, Trunoyudo menerangkan dari keterangan saksi mobil tersebut hilang kendali setelah ada perdebatan dan perebutan antara seorang penumpang dan sopir.

"Di tengah perjalanan, saudara Amsor memaksa sopir untuk berhenti dengan cara mengambil alih secara paksa kemudi tersebut," kata Trunoyudo dalam keterangannya, Senin (17/6).

Akibat perebutan tersebut, bus kehilangan kendali dan melaju ke arah kanan hingga menyeberang ke jalur lain dan menabrak mobil dari arah berlawanan.

Peristiwa kecelakaan tol Cipali tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan 43 orang mengalami luka. Sementara, enam orang lainnya tercatat selamat dari kecelakaan tersebut.

Korban luka dan tewas dari kecelakaan tol Cipali tersebut kemudian dilarikan ke dua rumah sakit yakni RS Cideres, Majalengka, dan RS Mitra Plumbon, Cirebon.




(dis/kid)