Kecelakaan Cipali, Penyerang Sopir Bus Diperiksa Kejiwaannya

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 17:18 WIB
Kecelakaan Cipali, Penyerang Sopir Bus Diperiksa Kejiwaannya Kecelakaan bus Safari di Tol Cipali tewaskan 12 orang. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi mengatakan penyerang sopir Bus Safari H-1469-CB yang menyebabkan kecelakaan dan mengakibatkan 12 orang meninggal dunia di tol Cipali akan diperiksa kejiwaannya.

"Kita akan dalami (motifnya) dan juga (akan memeriksa) kejiwaan Amsor," kata Rudy seperti dilaporkan Antara, Senin (17/6).
Dia mengatakan pihaknya sudah memeriksa urine pelaku penyerangan terhadap sopir bus. Dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan negatif, tidak mengkonsumsi barang yang terlarang.

"Kami sudah periksa urinenya negatif dan kita akan periksa kejiwaannya," ujar Rudy.



Polisi juga telah mengisolasi Amsor yang juga mengalami luka-luka akibat kecelakaan beruntun di Tol Cipali KM 150.900 B Majalengka.

Isolasi tersebut, lanjut Rudy, untuk memastikan Amsor tidak melarikan diri, karena dia dipastikan akan menjadi tersangka atas perbuatannya itu.

"Kita akan isolasi Amsor terlebih dahulu di tempat khusus. Dari keterangan dia (Amsor) pasti dijadikan tersangka ," ujarnya.

Menurutnya Amsor (29) merupakan penumpang Bus Safari H-1469-CB yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Untuk itu Kepolisian kata Rudy akan mendalami motif yang bersangkutan melakukan penyerangan kepada sopir bus yang mengakibatkan kecelakaan beruntun.

"Kita akan lakukan pemeriksaan terhadap Amsor. Amsor ini penumpang dari Bekasi mau ke Cirebon dan dia sendirian," katanya.


Menurut Rudy, berdasarkan keterangan Amsor, disebutkan sopir dan kenek bus akan membunuh yang bersangkutan dan itu diketahui oleh Amsor ketika mendengar percakapan keduanya.

Untuk itu Amsor langsung melakukan penyerangan terhadap sopir yang mengakibatkan bus beralih ke jalur yang berlawanan sehingga terjadilah kecelakaan beruntun.

"Untuk itu akan kita dalami mengapa dia tiba-tiba menyerang sopir, apakah betul sopir dan kenek akan membunuh (Amsor)," tuturnya.

Akibat kecelakaan beruntun yang disebabkan adanya penyerangan terhadap sopir bus itu mengakibatkan 12 orang meninggal dunia, 11 luka berat dan 32 luka ringan. Seluruh korban kata Rudy saat ini sudah dibawa ke rumah sakit yaitu di RS Mitra Plumbon dan juga RS Cideres Majalengka.


Sopir Bus Pegang HP

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Refdi Andri mengatakan pengemudi bus menggunakan telepon genggam sebelum kecelakaan beruntun di jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 150.900 B.

"Yang saya dengar pada saat itu pengemudi lagi pegang handphone, itu yang saya dengar, pegang handphone. Kemudian ada juga yang disaksikan salah satu penumpang yang duduk di belakang sopirnya," tutur Refdi Andri di Auditorium PTIK, Jakarta, Senin.

Ia menuturkan pendalaman dengan meminta keterangan saksi yang menyaksikan keadaan sebelum terjadi kecelakaan, saat kecelakaan dan setelah kecelakaan terus dilakukan oleh Korlantas Polri bersama Ditlantas Polda Jabar, Polres dan Satlantas Majalengka.

Dalam kecelakaan yang terjadi pada Senin (17/6) sekitar jam 01.00 WIB dini hari itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun adalah Bus Safari Dharmaraya H-1469-CB, Mitsubishi Expander, Toyota Innova B-168-DIL, dan Mitsubishi Truk R-1436-ZA.


Korban yang meninggal dunia adalah Heruman Taman (59), Rafi (22), Reza (22), Radit (22), Dafa (21) dan Irfan (22) semua beralamat di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, penumpang Mitsubishi Expander.

Sementara untuk identitas penumpang mobil Innova yang meninggal yaitu Wiki (21) Jakarta Pusat, Uki (45), Amar (37), Daryono (70) yang beralamat Desa Tarub Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal.

Sedangkan dua orang lainnya masih dalam pendataan, karena tidak membawa identitas dan saat ini jenazah berada di RS Cideres Majalengka.

[Gambas:Video CNN] (antara/DAL)