Yusril: Saksi Tak Satu Pun Menerangkan Ada Kecurangan

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 01:06 WIB
Yusril: Saksi Tak Satu Pun Menerangkan Ada Kecurangan Yusril Ihza Mahendra belum melihat ada indikasi kecurangan yang menguntungkan pihaknya dari kesaksian tujuh orang yang dihadirkan pada sidang PHPU di MK. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Kuasa Hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra belum melihat ada indikasi kecurangan yang menguntungkan pihaknya dari kesaksian tujuh orang yang dihadirkan dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU), Rabu (19/6).

"Ya, selama ini mereka menggembar-gemborkan selama ini curang. Di mana curangnya? Yang tadi tiga saksi dihadirkan tidak satu pun yang menerangkan ada kecurangan," ujar Yusril kepada pewarta di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6).

Yusril menyoroti kesaksian Listiani yang menyinggung deklarasi dukungan pada pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama 32 kepala daerah se-Jateng pada 31 Januari lalu. Deklarasi yang dilakukan bersama ini diketahui Listiani dari rekaman video melalui Youtube.



"Tapi ternyata kegiatan itu dilaksanakan pada hari libur. Jadi, itu bukan suatu pelanggaran," kata Yusril.

Dia pun menyoroti temuan dari saksi bernama Beti terkait 'gunungan' amplop yang diklaim merupakan dokumen negara untuk surat suara. Beti mengaku mendapatkannya berserakan di Juwangi, Kabupaten Boyolali. Yusril menyangsikan kalau alat bukti tersebut merupakan temuan signifikan.

"Dan sekarang sedang ditelaah oleh KPU dan Bawaslu apakah itu amplop yang dipakai di kabupaten itu atau bukan," kata dia.


Ketika para saksi tidak bisa membuktikan dalil-dalil dugaan kecurangan, Yusril mengatakan kalau kesaksian mereka bukan termasuk keterangan palsu. Dia berujar, hal tersebut hanya berpengaruh kepada lemahnya keterangan.

Hal yang lebih penting, menurut Yusril, ialah Bambang Widjojanto selaku Ketua Tim Kuasa Hukum paslon 02 harus bisa membuktikan tuduhan-tuduhan kecurangan pemilu. Sebab, pihaknya merasa belum menemukan kecurangan yang berefek kepada penambahan perolehan suara Jokowi-Ma'ruf.

Sementara, di sisi lain juga pihak pemohon tidak sanggup membuktikan apa-apa.

"Jauh lebih penting mempidanakan dia daripada mempidanakan saksi-saksi yang kecil itu," tukas dia.


[Gambas:Video CNN] (ryn/pmg)