Tanggap Darurat Banjir Konawe Utara Belum Dicabut

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 09:59 WIB
Tanggap Darurat Banjir Konawe Utara Belum Dicabut Evakuasi korban banjir bandang di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. (ANTARA FOTO/HumasSAR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Distribusi bantuan logistik untuk korban banjir Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, terus dilakukan. Status tanggap darurat bencana di daerah itu belum dicabut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tenggara Roy Ihwansyah mengatakan bantuan logistik berupa sandang dan pangan. Selain itu pelayanan kesehatan kepada korban yang mengalami penyakit kulit karena banjir juga masih dilakukan.

Sebagian wilayah yang terkena banjir diketahui sudah mulai surut dan beberapa pengungsi sudah kembali. Meski demikian, Roy mengatakan masih banyak pengungsi yang belum kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.


"Sebagian wilayah sudah mulai surut dan pengungsi sudah ada sebagian yang kembali, namun masih banyak yang belum kembali dan Kabupaten Konawe belum menarik masa tanggap daruratnya," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (20/6).

Alasan status tanggap darurat bencana belum dicabut berdasarkan Perkap BNPB Nomor 3. Perkap itu mengatur bahwa masa tanggap darurat dinyatakan berakhir apabila sudah tidak ada pengungsi. Namun karena masih ada pengungsi masa tanggap darurat belum dapat dinyatakan berakhir.

Dalam menyalurkan bantuan logistik, Roy mengaku mengalami banyak kendala.

"Masih banyak akses yang terputus sehingga menyulitkan kami dalam mendistribusikan logistik terutama kepada wilayah-wilayah yang masih terisolir akibat putusnya akses tersebut," tuturnya.

Saat ini sebanyak 2.207 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 8.489 jiwa masih bertahan di tempat-tempat pengungsian akibat banjir yang melanda Kabupaten Konawe Utara dalam dua pekan terakhir ini.

Ketujuh kecamatan yang terkena banjir di Kabupaten Konawe Utara meliputi Kecamatan Andowia, Asera, Landawe, Langgikima, Oheo, Wiwirani, dan Motul.

Banjir yang terjadi di daerah tersebut karena tiga sungai meluap yaitu Sungai Lalindu, Sungai Walasolo, dan Sungai Wadanmai.

[Gambas:Video CNN] (gst/wis)