Sidang MK Agendakan Pemeriksaan Saksi dan Ahli KPU

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 13:08 WIB
Sidang MK Agendakan Pemeriksaan Saksi dan Ahli KPU Suasana sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden pada siang ini, Kamis (20/6). Sidang rencananya dibuka pukul 13.00 WIB, di Gedung MK.

Saat menutup gelaran sidang ketiga kemarin malam, Ketua MK, Anwar Usman mengatakan sidang pada hari ini memiliki agenda mendengarkan keterangan saksi dan para ahli dari termohon atau dari pihak KPU.

Sesuai ketentuan yang telah diatur, hakim membatasi 15 orang saksi fakta dan dua ahli bagi masing-masing pihak untuk dihadirkan di muka persidangan.


Hakim Anwar lantas memerintahkan KPU untuk menyiapkan saksi agar persidangan bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

"Cluster tolong disiapkan, ya Termohon. Kalau jumlah 15 saksi fakta dan dua saksi ahli. Bisa diperiksa lima masing-masing," ucap Anwar.

Komisioner KPU Hasyim Asy'ari membuka kemungkinan untuk tak menghadirkan saksi dalam sidang gugatan Pilpres 2019 di MK.

Ia menyampaikan hal tersebut karena menilai saksi yang dihadirkan paslon 02 Prabowo-Sandi sebelumnya tidak relevan.

"Kalau keterangan saksi mestinya yang digunakan untuk memperkuat, tapi enggak ada yang memperkuat, kontradiktif. Makanya, apakah perlu kami hadirkan saksi itu sedang kami pertimbangkan," kata Hasyim di Gedung MK.

Sementara itu Jalan Medan Merdeka Barat sekitar Gedung MK kembali dibuka. Meski jalan dibuka tak ditemukan kemacetan ataupun massa yang berunjuk rasa di depan gedung MK.

Lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat terpantau lancar hingga siang ini. Sedikit hambatan muncul hanya karena kendaraan petugas keamanan dan pers yang parkir di bahu jalan sepanjang ruas jalan.

Sementara di depan gedung MK, kawat berduri masih terpasang sebagai bagian dari pengamanan persidangan. Pasukan Brimob Polri, TNI, dan polisi lalu lintas, tampak menjaga situasi di lapangan.

Di ruas jalan lain sekitar MK, seperti Medan Merdeka Selatan, Kebon Sirih, dan Medan Merdeka Utara pun ramai lancar. Nihilnya aksi massa ditengarai berkontribusi atas kelancaran lalu lintas ini. Hingga tulisan ini dibuat tak tampak satu kelompok demonstran di depan MK. (bin/wis)