Mendagri Tepis Tudingan 17,5 Juta DPT 'Siluman'

CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 20:45 WIB
Mendagri Tepis Tudingan 17,5 Juta DPT 'Siluman' Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut persoalan DPT Pemilu 2019 sudah clean dan clear karena dibuat berdasarkan DP4 yang disepakati oleh semua pihak, termasuk parpol. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membantah soal daftar pemilih tetap (DPT) 'siluman' dalam Pemilu 2019 seperti yang diungkap salah satu saksi tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Agus Maksum pada sidang PHPU Pilpres 2019. Agus mengungkapkan pihaknya menemukan DPT tak wajar berkode khusus mencapai 17,5 juta.

Tjahjo mengatakan Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) yang diserahkan pihaknya pada 2017 untuk pesta demokrasi lima tahunan di 2019 sudah sesuai. Berdasarkan DP4 itulah DPT dibuat, sehingga persoalan DPT sudah jelas dan tak ada masalah.

"Jadi menurut kami DPT itu clean and clear. Setiap ada pertanyaan dari timses atau partai kan dibuka bersama, semua sepakat," kata Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/6).


Menurut Tjahjo, apa yang disampaikan Agus soal 17,5 juta DPT 'siluman' tidak benar. Ia menyatakan dari hasil koordinasi dengan KPU, 187 juta DPT dalam Pemilu 2019 sudah sesuai dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Menurut data kami, yang kami serahkan ke KPU, hasil koordinasi dengan KPU untuk mengsinkronkan, mencocokan DPT itu lewat NIK yang ada di kami clean and clear, dari 187 juta itu aman," ujarnya.

"Soal ada tanggal lahir yang sama itu kan kesepakatan. Memang kalau enggak orang lupa kan sama aja. Kalau orang gugat itu, kami clean and clear," kata kader PDIP itu menambahkan.

Tjahjo menyebut keterangan yang disampaikan Agus yang juga relawan IT BPN Prabowo-Sandi itu hanya tuduhan semata. Hal ini sama seperti tuduhan kepada dirinya yang disebut memerintahkan ASN mengampanyekan program Presiden Joko Widodo.

"Sama seperti saya, dituduh bahwa perintahkan ASN mengkampanyekan program pemerintah Pak Jokowi. Program kami kan wajib," tuturnya.

Sebelumnya, Agus Maksum menyatakan ada temuan DPT tak wajar berkode khusus yang terdiri dari kesamaan tanggal lahir pada 1 Juli sebanyak 9,8 juta, pada tanggal 31 Desember sebanyak 9,8 juta, dan pada 1 Januari sebanyak 2,3 juta. Total DPT yang dia sebut sebagai 'siluman' itu mencapai 17,5 juta DPT.

[Gambas:Video CNN] (fra/osc)