DVI Terima Data Antemortem 28 Korban Insiden Pabrik Korek Api

CNN Indonesia | Sabtu, 22/06/2019 22:43 WIB
DVI Terima Data Antemortem 28 Korban Insiden Pabrik Korek Api Petugas kepolisian melakukan identifikasi di lokasi kebakaran pabrik korek api di Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/6). (ANTARA FOTO/HO)
Medan, CNN Indonesia -- Tim Disaster Victim Identification (DVI) dan dokter forensik RS Bhayangkara Polda Sumut terus berupaya melakukan identifikasi 30 jenazah korban tewas akibat kebakaran pabrik pemantik (korek gas) di Desa Sambi Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/6).

Hingga kini, petugas telah mengambil data pra-kematian atau antemortem dari 28 keluarga korban.

"Proses identifikasi korban kebakaran masih dilakukan tim DVI dan dokter forensik di RS Bhayangkara Polda Sumut di Medan. Untuk data antemortem, dua keluarga korban lainnya masih kami tunggu," kata Kabid Dokkes Polda Sumut, Kombes Pol Sahat Harianja, Sabtu (22/6).

Dia mengatakan proses identifikasi 30 jenazah juga dibantu oleh enam petugas DVI Mabes Polri. Enam orang petugas DVI tersebut terdiri dari ahli DNA dan ahli gigi forensik.

"Mereka akan membantu proses identifikasi korban yang dilakukan Polda Sumut. Proses identifikasi ini memang harus berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan, jadi kami tidak mau terburu-buru," ujarnya.

Menurut dia, kondisi jenazah sudah sangat sulit dikenali secara visual karena rusak dan hangus terbakar. Identifikasi melalui ciri-ciri primer seperti sidik jari dan bentuk wajah atau tubuh sudah sangat sulit dilakukan.

"Untuk proses identifikasi selanjutnya, petugas masih mengumpulkan data berupa sampel DNA dan struktur gigi. Mudah-mudahan hasilnya bisa cepat didapat," jelasnya.

Polisi juga masih terus mengumpulkan data sekunder dari keluarga korban, seperti bekas luka atau bekas penanganan medis yang terdapat pada tubuh korban, serta perhiasan atau pakaian yang terakhir kali digunakan korban.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di pabrik pemantik (korek api gas) di Dusun II Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat siang, sekitar pukul 12.00 WIB.

Akibat kejadian ini, 30 orang dinyatakan tewas, lima di antaranya merupakan anak-anak. Korban tewas karena terjebak di salah satu ruangan lantaran tak bisa meloloskan diri dari kobaran api yang cepat membesar.


[Gambas:Video CNN] (fnr/arh)