Tim Pengawas Ketenagakerjaan Dikirim ke Pabrik Korek Terbakar

CNN Indonesia | Sabtu, 22/06/2019 08:40 WIB
Tim Pengawas Ketenagakerjaan Dikirim ke Pabrik Korek Terbakar Lokasi kebakaran pabrik korek api. (ANTARA FOTO/HO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri sudah menginstruksikan Tim Pengawas Ketenagakerjaan dari pusat dan daerah untuk mengusut peristiwa kebakaran pabrik korek api yang menewaskan 30 orang, di Binjai, Sumatra Utara. 

"Pengawas ketenagakerjaan di daerah sudah di lapangan. Tim dari pusat segera menyusul. Insiden harus diusut serius," kata Hanif dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Jumat (21/6). 

Ia mengatakan tahap awal, tim pengawas beserta kepolisian fokus pada penanganan korban. Selanjutnya, tim akan melakukan pemeriksaan terkait aspek ketenagakerjaannya.


Pemeriksaan dilakukan apakah ada pelanggaran norma K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) atau tidak dalam peristiwa kebakaran tersebut. 


"Intinya kami tangani dengan serius para korbannya terlebih dulu. Kami juga pastikan kepesertaan mereka apakah sudah masuk di dalam BPJS ketenagakerjaan. Kalau sudah mereka harus di-cover, kalo belum terdaftar harus segera ada solusi untuk menangani," tegas Hanif.

Hanif juga memerintahkan kepada tim tersebut untuk melakukan pemeriksaan pabrik korek api tersebut secara menyeluruh, termasuk memeriksa adanya kemungkinan pelanggaran norma K3. 

Sementara itu, Amarudin, Plh. Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PNK3) Kemnaker mengatakan berdasarkan laporan sementara dari Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Sumatera Utara, kebakaran yang terjadi di Binjai ini mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 30 orang dan selamat sebanyak 3 orang.

Kejadian tersebut terjadi sekitar waktu makan siang. Diduga, kebakaran dikarenakan saat sedang menyetel api mancis. Kemudian satu mancis terbakar dan mengakibatkan kebakaran hebat.

Menurut catatan, lokasi tempat kerja ini merupakan home industri berbentuk rumah yang memiliki sekitar 50 orang karyawan. Dari jumlah tersebut, yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 27 orang. Selebihnya kemungkinan Buruh Harian Lepas (BHL).

Info sementara, para korban yang meninggal dunia bukan dikurung dalam pabrik. Tetapi, mereka terkurung karena pintu masuk rumah berada di belakang, dan ledakan pun terjadi di bagian belakang. Sehingga, para pekerja yang semuanya perempuan tidak bisa keluar.

[Gambas:Video CNN]


(agt/agt)