KPU Siap Taati Apapun Keputusan MK Meski Harus Pemilu Ulang

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 13:26 WIB
KPU Siap Taati Apapun Keputusan MK Meski Harus Pemilu Ulang Komisioner KPU Viryan Aziz. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan taat dan patuh pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan PHPU Pilpres 2019. KPU siap melakukan pemungutan suara ulang (PSU) jika memang MK memutuskan menerima petitum tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Apabila ada dari petitum yang dikabulkan oleh Mahkamah (Konstitusi), KPU akan melaksanakan sesuai dengan putusan dari Mahkamah, misalnya pemilu ulang atau pemilu sebagian," kata Komisioner KPU Viryan Aziz kepada wartawan di Kantor KPU, Jakarta, Senin (24/6).

Viryan menyebut bahkan KPU siap menetapkan kemenangan Prabowo-Sandi terhadap Jokowi-Ma'ruf sebesar 52 persen berbanding 48 persen jika memang MK juga memutuskan demikian sebagaimana petitum kubu paslon 02. Sebaliknya jika MK menolak petitum tim Prabowo-Sandi, KPU akan segera mengesahkan kemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.


"Prinsipnya waktu yang disiapkan menurut undang-undang itu tiga hari paling lambat. Jadi paling lambat tiga hari setelah Mahkamah memutuskan KPU harus sudah menindaklanjuti," tuturnya.

Sebelumnya, hasil Pilpres 2019 digugat Prabowo-Sandi ke MK melalui tim hukum yang diketuai Bambang Widjojanto. Mereka mengajukan beberapa petitum, salah satunya adalah KPU harus menggelar pemungutan suara ulang karena ada indikasi kecurangan.

Selain itu, tim hukum Prabowo-Sandi juga meminta MK menetapkan mereka sebagai pemenang Pilpres 2019 dengan perolehan 68.650.239 atau 52 persen. Sementara Jokowi-Ma'ruf dengan perolehan suara 63.573.169 atau 48 persen.

Diketahui saat ini tengah menggelar rapat permusyawaratan hakim (RPH). Sementara pembacaan putusan PHPU Pilpres 2019 dijadwalkan pada Jumat (28/6).

Namun pembacaan putusan itu bisa dilakukan lebih cepat dari jadwal semula, tergantung dinamika yang terjadi dalam RPH.

[Gambas:Video CNN] (dhf/osc)