Menurut Arsul, upaya rekonsiliasi itu ditempuh lewat komunikasi yang dibangun di berbagai level pemimpin partai politik, baik yang tergabung dalam TKN Jokowi-Ma'ruf ataupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
"Meskipun proses di MK itu berjalan, tetapi komunikasi itu terus dibangun. Komunikasi itu pada berbagai level dan kadang-kadang antar level juga tidak tahu yang [terjadi] di level [lain] sebenarnya membicarakan apa," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalaupun ada perdebatan, katakanlah emosi atau segala macam, tapi masih dalam tahap kewajaran," ujar dia.
Lebih jauh, Arsul menyampaikan bahwa rekonsiliasi akan lebih mudah dilakukan apabila tidak ada permasalahan lagi di antara pihak-pihak yang berkompetisi.
Pasalnya ujung dari rekonsiliasi adalah kesepakatan yang bisa lahir dalam berbagai bentuk seperti kursi kabinet hingga komposisi pimpinan di parlemen.
Apapun itu, lanjut Arsul, pertimbangan nantinya yang akan diambil Gerindra tetap harus dihormati.
"Saya tidak ingin memastikan itu, tapi yang ingin saya katakan adalah tidak tertutup kemungkinan," ujar dia.
"Tapi persoalannya kalau ada tawaran, belum tentu juga. Teman-teman Gerindra tentu punya pertimbangan politik sendiri, perhitungan sendiri yang harus kita hormati," kata Sekjen PPP ini.
Dia menambahkan, TKN Jokowi-Ma'ruf sendiri tidak pernah menutup pintu bagi partai politik di koalisi pengusung Prabowo-Sandi untuk bergabung.
"TKN tidak pernah menutup pintu. Apakah katakanlah Gerindra, Demokrat, atau PAN itu akan bergeser posisi masuk ke dalam koalisi pemerintahan," tuturnya.
[Gambas:Video CNN] (mts/osc)