Pemprov DKI Pastikan Rusunawa KS Tubun Siap Huni pada Agustus

CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 05:13 WIB
Pemprov DKI Pastikan Rusunawa KS Tubun Siap Huni pada Agustus Pemperov DKI menyebut Rusunawa KS Tubun siap dihuni pada Agustus 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan Rusunawa KS Tubun yang berlokasi di Jakarta Barat sudah dapat dihuni pada Agustus 2019.

Kepala Bidang Pembinaan, Penertiban, dan Peran Serta Masyarakat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) DKI Jakarta Meli Budiastuti mengatakan pihaknya tengah mengusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membuka rusunawa tersebut.

"Kita lagi mengusulkan kepada Pak Gubernur, akan meminta jadwal beliau karena kan berbarengan dengan peresmian bangunan bersama-sama secara seremonial," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (24/6).


Selain Rusunawa KS Tubun, terdapat 11 rusun lainnya yang rencananya juga akan siap huni pada Agustus mendatang. Meli mengatakan proses verifikasi sedang dilakukan saat ini.

"Paling lambat rencananya memang di bulan Agustus. Saat ini sedang proses verifikasi terhadap para pemohon yang mendaftar," tuturnya.


Untuk tarif di KS Tubun, kata Meli, pihaknya sudah menetapkan tarif tersebut. Di KS Tubun juga terdapat 524 unit yang siap dihuni.

Persiapan yang sedang dilakukan saat ini adalah melakukan verifikasi pemohon ke Dukcapil dan BPRD mengenai persyaratan yang diajukan. Persiapan itu apakah pemohon memiliki rumah, kendaraan roda empat dan sebagainya.

Nantinya, saat pengundian pihak rusun akan langsung serah terima kunci untuk pemohon yang memenangkan undian tersebut untuk langsung menempati rusun.

[Gambas:Video CNN]

"Terhadap 12 lokasi rusun yang sudah ada pemohon yang sudah lolos verifikasi, akan dilakukan pengundian dan penghunian secara serentak semuanya," ucapnya.

Meli mengatakan untuk tarif sudah ditetapkan merujuk pada Peraturan Gubernur Nomor 55 tahun 2018 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan Juncto Pergub Nomor 29 tahun 2019.

"Sudah (selesai), kan Pergub 55 sudah terbit, terus Pergub 29 tahun 2019," ucapnya.


Sementara itu Kepala Unit Pengelolaan Rusun (UPRS) Jatirawasari Dwiyanti Chotifah mengatakan KS Tubun akan menerima tarif sebesar Rp1,5 juta. Sementara untuk menengah ke atas mendapatkan sekitar Rp4-7 juta.

"Warga MBR kan ada warga terprogram dan ada warga umum. Kalau warga terprogram itu Rp2,5-4 juta penghasilan, tapi kalau warga umum Rp4-7 juta. Nah untuk KS Tubun kan tempatnya juga strategis," ujarnya saat dikonfirmasi.

Adapun 11 rusun yang siap huni lainnya adalah Rusunawa BLK Pasar Rebo sebanyak 346 unit, Rusun Nagrak sebanyak 3.570 unit, Rusun Rorotan sebanyak 1.020 unit, Rusun Semper sebanyak 233 unit, Rusun Rawa Buaya sebanyak 778 unit, Rusun Pulogebang Penggilingan sebanyak 636 unit, Rusun Penggilingan sebanyak 1.530 unit, Rusun Pulogebang sebanyak 255 unit, Rusun Rawa Bebek sebanyak 255 unit. Selain itu 188 unit di Rusun Pengadegan, Jakarta Selatan, dan 95 unit di Rusun Tegal Alur, Jakarta Barat.

(gst/ain)