Hary Tanoe Setuju Gerindra Gabung Koalisi Jokowi-Ma'ruf

CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 19:39 WIB
Hary Tanoe Setuju Gerindra Gabung Koalisi Jokowi-Ma'ruf Ketua Umum Gerindra Hary Tanoesoedibjo tak keberatan jika Gerindra gabung dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo alias HT menyambut baik bila Gerindra bergabung dalam koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Perindo adalah salah satu partai yang mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Menurut HT banyak partai yang bergabung akan memudahkan dan menguatkan koalisi di DPR.

"Saya rasa kalau makin banyak merapat ke koalisi, makin bagus, makin solid di DPR, kan. DPR itu kan kalau bisa bersatu, kan, bagus," kata HT di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/6).


HT menyebut koalisi Jokowi-Ma'ruf yang solid di DPR bakal memudahkan dalam membuat undang-undang hingga menyusun maupun mengubah anggaran. Dengan itu, menurut HT, pemerintah bisa cepat dalam membangun.

"Pemerintah makin cepat larinya, membuat peraturan makin cepat, untuk membuat anggaran, mengubah anggaran juga cepat. Tidak perlu tarik ulur, ya," tuturnya.

Kemungkinan Gerindra bergabung dalam koalisi Jokowi muncul seiring berembusnya isu rekonsiliasi antara kedua pihak.

Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional Faldo Maldini bahkan tak menutup kemungkinan skenario Prabowo menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Belakangan berembus pula isu jatah kursi menteri untuk Gerindra. 

HT sendiri tak mau bicara lebih jauh soal jatah kursi untuk Gerindra. Menurutnya, penentuan posisi menteri merupakan kewenangan penuh Presiden Joko Widodo.

"Kalau itu ranahnya Pak jokowi. Jangan tanya saya. Kalau kabinet itu kan kewenangan presiden," ujar HT.

Sebelumnya, politikus Gerindra Andre Rosiade membantah isu soal posisi Wantimpres untuk Prabowo termasuk jatah kursi menteri untuk Gerindra. 

Menurut Andre, tidak ada satupun pimpinan Partai Gerindra, termasuk Prabowo yang datang menemui Jokowi ataupun pewakilannya untuk membahas kesepakatan jabatan politik di pemerintahan. Ia pun menyindir manuver Wasekjen PAN Faldo Maldini yang mengembuskan skenario Prabowo sebagai Wantimpres.

"Faldo itu cari sensasi saja. Dia asal bunyi (asbun) dan nyinyir buat nambah subscriber Youtube saja. Kalau berani suruh buka-bukaan, pimpinan PAN datang ke Jokowi minta apa? Pimpinan Gerindra tidak ada yang datang minta-minta jabatan," kata Andre. (fra/wis)