Kalapas Sukamiskin: Napi Kini Takut Dihukum Serupa Setnov

CNN Indonesia | Rabu, 26/06/2019 11:20 WIB
Kalapas Sukamiskin: Napi Kini Takut Dihukum Serupa Setnov Terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemindahan Setya Novanto ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, akibat pelesiran diklaim membuat Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat menjadi lebih tertib. Narapidana lain di Sukamiskin kini diklaim menjadi takut setelah mengetahui kelakuan Setnov berujung pada pemindahan ke lapas dengan pengamanan ketat.

Kepala Lapas Sukamiskin, Tejo Harwanto mengatakan perubahan itu terlihat dari momen ketika para petugas hanya perlu sekali untuk memberikan instruksi yang oleh para narapidana langsung dilaksanakan.

"Misalnya cukup sekali menyampaikan tugas, mereka (narapidana) langsung mengerti, langsung melaksanakan," kata Tejo di Bandung, Rabu (26/6) dikutip Antara.


Menurut dia, narapidana lain takut dikenai hukuman serupa Setnov. Banyak narapidana yang meminta untuk tidak dipindahkan ke lapas lain.

"Saya bilang yang memindahkan bukan kami, tapi saudara sendiri, kata saya ke mereka," ucap Tejo.

Sebelumnya, Setnov dan istrinya kepergok berada di sebuah toko bangunan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Foto pelesiran terpidana kasus korupsi e-KTP itu kemudian viral di media sosial.

Hal ini membuat mantan Ketua DPR itu dipindah ke Lapas Gunung Sindur yang mempunyai pengamanan sangat ketat.

Tejo mengatakan, narapidana selalu dinilai berdasarkan tingkah lakunya. Pemindahan Setnov ke Gunung Sindur layak karena sudah memenuhi kriteria untuk ditempatkan di lapas dengan pengamanan maksimum setelah melakukan pelanggaran berat.

"Kami nggak mau mereka pindah, tapi kalau mereka nggak tertib terhadap aturan, mungkin tidak cocok di situ (Sukamiskin), mungkin cocoknya di yang maksimum atau super maksimum," kata Tejo.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) Jawa Barat, Liberti Sitinjak mengatakan keputusan pihaknya memindahkan Setnov tersebut akan menjadi alarm untuk warga binaan lain.

"Sudah tahu kan, Kalapas dan Kakanwil sama gilanya, yang memutuskan itu kami berdua, keputusannya hanya lima menit," kata Liberti.

Menurutnya keputusan pemindahan Setnov tersebut adalah tanggung jawab dirinya. Ia rela memutuskan hal itu dengan segala resikonya.

"Saya lebih baik lengser karena menjalankan aturan daripada lengser karena mencederai amanah masyarakat," kata dia.

[Gambas:Video CNN] (Antara/osc)