KLB Hepatitis A Pacitan, 701 Terjangkit Bertambah 39 per Hari

CNN Indonesia | Rabu, 26/06/2019 20:32 WIB
KLB Hepatitis A Pacitan, 701 Terjangkit Bertambah 39 per Hari Foto ilustrasi. (Istockphoto/Thekopmylife)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan orang terjangkit hepatitis A di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur sehingga pemerintah setempat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan Eko Budiono mengatakan hingga Rabu (26/6) petang jumlah warga yang terjangkit mencapai 701 orang. Jumlah tersebut, kata dia, masih mungkin bertambah namun diupayakan tindakan pencegahan.

"Saat ini memang 701, dan rata-rata penambahan hariannya dari 39 sampai 50 kecenderungannya masih naik karena mobilitas penduduknya cukup tinggi," ujar Eko seperti dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Rabu (26/6).


Ratusan warga yang terjangkit hepatitis itu berada di 8 kecamatan dari 12 yang ada di Kabupaten Pacitan.


Eko mengatakan laporan pertama kasus Hepatitis A itu terpantau terjadi pada 14 Juni lalu.

"Satu [pasien] tapi sudah langsung kuning, 15 [Juni] terus bertambah, 16 [Juni] bertambah, 17 [Juni] kita lakukan pelacakan," katanya.

Eko menerangkan dari hasil investigasi kurun waktu 14-17 Juni lalu pihaknya mencurigai kasus hepatitis A itu bermula dari pengolahan makanan atau makanan yang dikonsumsi warga sudah terkontaminasi virus Hepatitis A.

"Tapi pada perkembangan selanjutnya ternyata penularannya melalui dari person to person, dari orang ke orang," katanya.

Pemkab Pacitan menetapkan KLB Hepatitis A di wilayah itu pada 25 Juni lalu. Saat itu, berdasarkan laporan yang diterima Bupati Pacitan, Indarto, sudah 581 warga di tiga kecamatan yang terjangkit hepatitis A.

Untuk menangani KLB Hepatitis A tersebut, Eko menjelaskan pihaknya memberlakukan tiga strategi yakni perawatan pasien secara insentif beserta pengobatannya, pengawasan terus menerus, dan melakukan pengendalian faktor risiko seperti pengawasan sumber dan penampungan air, serta pencegahan terjangkit hepatitis pada kelompok-kelompok rentan.

"Dan mengimbau bagi masyarakat yang sakit untuk diisolasi di rumah," katanya.

Selain itu, kata dia, untuk pembiayaan pengobatan pasien terjangkit hepatitis A akan dibebankan ke APBD Kabupaten Pacitan 2019, serta BPJS Kesehatan.

"Sesuai dengan SK bupati yang sudah ditetapkan memang setelah pembiayaan dari sini akan ditanggung anggaran dari APBD 2019 di kabupaten pacitan. Mereka yang sudah memiliki BPJS, ya kita manfaatkan gunakan BPJS nya ya belum ya kita koveri," kata Eko.


[Gambas:Video CNN] (kid/sur)