"Data sementara yang saya peroleh dari BPBD, jumlah korban meninggal banjir dan longsor Pacitan hingga pukul 06.00 pagi tadi sebanyak 20 orang yaitu 14 korban longsor dan 6 korban banjir," tutur Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Jumat (1/12).
"Dari 20 korban meninggal tersebut 11 korban sudah ditemukan dan 9 korban masih dalam pencarian. Tercatat 4 orang luka-luka," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu juga terdapat 17 unit fasilitas pendidikan yang rusak dan sejumlah bangunan lain. Pendataan masih terus dilakukan karena belum semua lokasi dapat dijangkau.
Jumlah warga Pacitan yang mengungsi masih mencapai 1.879 orang yang tersebar di 8 titik. (Dok. Pemprov Jawa Timur) |
Gus Ipul menuturkan, upaya pemulihan Pacitan saat ini juga sudah ditunjuk kepala Kodim Pacitan sebagai pengendali utama sehingga normalisasi Pacitan bisa segera terwujud.
Dari catatan yang ada, setidaknya terdapat 1.174 personel gabungan baik itu TNI, Polri, Tagana, PMI, BPBD, TimSAR dan tim relawan telah bekerja siang malam.
Gus Ipul menegaskan, BPBD Jawa Timur saat ini juga telah menyalurkan bantuan selimut, sarung, paket sandang, peralatan kesehatan, seragam sekolah, lampu emergency, jerigen lipat, dan perahu karet 7 unit.
Begitu juga Dinas Sosial Jawa Timur memberikan bantuan lauk pauk dan matras. Dinas Kesehatan Jawa Timur memberikan bantuan perahu karet, makanan penambah air susu ibu, makanan untuk anak-anak, polybag, kaporit dan paket obat-obatan, dan lainnya. Dinas PU Jawa Timur memberikan bantuan 2 alat berat.
"Alhamdulillah hari ini banjir sudah surut tinggal sisa-sisa lumpur yang perlu cepat dibersihkan sehingga Pacitan bisa pulih kembali," ujarnya. (dik/stu)
Jumlah warga Pacitan yang mengungsi masih mencapai 1.879 orang yang tersebar di 8 titik. (Dok. Pemprov Jawa Timur)