Pemerintah Prioritaskan Pencarian Korban Banjir Pacitan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 01/12/2017 14:34 WIB
Hingga Jumat (1/12), terdapat 20 korban meninggal akibat longsor dan banjir di Pacitan, sementara ribuan warga mengungsi. Hingga Jumat (1/12), terdapat 20 korban meninggal akibat longsor dan banjir di Pacitan, sementara ribuan warga mengungsi. (Dok. Pemprov Jawa Timur)
Surabaya, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), saat ini terus berupaya melakukan pencarian korban hilang dan normalisasi Pacitan paska banjir dan longsor yang terjadi pada 27-28 November 2017.

"Data sementara yang saya peroleh dari BPBD, jumlah korban meninggal banjir dan longsor Pacitan hingga pukul 06.00 pagi tadi sebanyak 20 orang yaitu 14 korban longsor dan 6 korban banjir," tutur Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Jumat (1/12).

"Dari 20 korban meninggal tersebut 11 korban sudah ditemukan dan 9 korban masih dalam pencarian. Tercatat 4 orang luka-luka," ujarnya.


Hingga pagi ini, menurut Gus Ipul, jumlah warga Pacitan yang mengungsi masih mencapai 1.879 orang yang tersebar di 8 titik yaitu di Gedung Karya Darma 497 orang, Masjid Sirnoboyo 51 orang, gedung Muhammadiyah MDMC 51 orang, Balai Desa Sumberharjo 32 orang, Balai Desa Bangunsar 16 orang, Balai Desa Cangkring 32 orang, MI Al Huda 150 orang, dan Balai Desa Sidomulyo 1.050 orang.
"Sementara kerusakan fisik yang ditimbulkan akibat bencana banjir dan longsor di Pacitan ini meliputi 1.709 unit rumah rusak yang terdapat di Kecamatan Kebonagung 1.225 unit, Kecamatan Ngadirojo 9 unit, Kecamatan Pacitan 160 unit, Kecamatan Nawangan 148 unit, dan kecamatan Arjosari 167 unit," ucapnya.

Selain itu juga terdapat 17 unit fasilitas pendidikan yang rusak dan sejumlah bangunan lain. Pendataan masih terus dilakukan karena belum semua lokasi dapat dijangkau.

Pemerintah Prioritaskan Pencarian Korban Banjir PacitanJumlah warga Pacitan yang mengungsi masih mencapai 1.879 orang yang tersebar di 8 titik. (Dok. Pemprov Jawa Timur)
"Pak Bupati Pacitan sudah mengeluarkan masa tanggal darurat selama 7 hari sejak tanggal 28 November hingga 4 Desember. Status ini bisa diperpanjang menyesuaikan kedaruratan di Pacitan," ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menuturkan, upaya pemulihan Pacitan saat ini juga sudah ditunjuk kepala Kodim Pacitan sebagai pengendali utama sehingga normalisasi Pacitan bisa segera terwujud.

Dari catatan yang ada, setidaknya terdapat 1.174 personel gabungan baik itu TNI, Polri, Tagana, PMI, BPBD, TimSAR dan tim relawan telah bekerja siang malam.
"Target pertama mencari korban yang belum ditemukan serta membuka akses jalan yang terputus," tutur Gus Ipul.

Gus Ipul menegaskan, BPBD Jawa Timur saat ini juga telah menyalurkan bantuan selimut, sarung, paket sandang, peralatan kesehatan, seragam sekolah, lampu emergency, jerigen lipat, dan perahu karet 7 unit.

Begitu juga Dinas Sosial Jawa Timur memberikan bantuan lauk pauk dan matras. Dinas Kesehatan Jawa Timur memberikan bantuan perahu karet, makanan penambah air susu ibu, makanan untuk anak-anak, polybag, kaporit dan paket obat-obatan, dan lainnya. Dinas PU Jawa Timur memberikan bantuan 2 alat berat.

"Alhamdulillah hari ini banjir sudah surut tinggal sisa-sisa lumpur yang perlu cepat dibersihkan sehingga Pacitan bisa pulih kembali," ujarnya. (dik/stu)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK