Datang ke Rumah Prabowo, Soenarko Cuma Lambaikan Tangan

CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 17:53 WIB
Tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal yang juga eks Danjen Kopassus Soenarko mendatangi rumah yang bersebelahan dengan kediaman Prabowo Subianto. Eks Danjen Kopassus Soenarko sambangi Kertanegara. (Detikcom/Rengga Sancaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Komandan Jendral Korps Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD Mayjen (Purn) Soenarko tampak menyambangi rumah di Jl. Kertanegara VI, yang posisinya bersebelahan dengan kediaman capres nomor urut 01 Prabowo Subianto di Jl. Kertanegara IV, Jakarta, Kamis (27/6) sore.

Diketahui, rumah di sebelah kediaman Prabowo itu menjadi basis pertemuan para relawan dan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selama Pilpres 2019.

Dari pantauan CNNIndonesia.com, Soenarko hadir tanpa pengawalan ketat. Dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam panjang, serta topi berwarna coklat yang dia sematkan di kepalanya, Soenarko tak banyak berbicara.


"Masuk dulu ya, masuk ini," kata Soenarko saat didekati awak media sebelum dirinya masuk ke gerbang rumah Kertanegara VI.

Soenarko tampak melambai-lambaikan tangannya ke arah awak media yang berkali-kali bertanya soal kedatangan dan kasus yang tengah menjeratnya saat ini.

Namun, mantan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda itu bergeming dan langsung masuk ke dalam rumah.

Di rumah itu juga diketahui telah hadir Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, dan sejumlah relawan.

Soenarko sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal pada Mei dan ditahan di Rutan POM Guntur, Jakarta Selatan.

Dia ditahan pada 20 Mei setelah diperiksa di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI terkait dugaan kepemilikan senjata api ilegal dari Aceh. Senjata itu diduga digunakan untuk kerusuhan 22 Mei.

Tak berselang lama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengajukan penangguhan penahanan terhadap Soenarko. Mabes Polri kemudian mengabulkan penangguhan penahanannya.

[Gambas:Video CNN] (tst/arh)