Polisi Tangkap Guru SD Cabul Bermodus Nobar Film Porno

CNN Indonesia
Sabtu, 29 Jun 2019 03:41 WIB
Oknum guru SD di Ujanmas, Muara Enim, Sumsel, ditangkap polisi karena diduga mencabuli tujuh muridnya dengan modus mengajak nobar film porno di kelas. Ilustrasi pelecehan seksual. (Istockphoto/KatarzynaBialasiewicz)
Palembang, CNN Indonesia -- Seorang oknum guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, ditangkap polisi karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap tujuh muridnya.

Oknum berinisial HL tersebut kini tengah diperiksa penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Muaraenim.

Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Gunung Megang, Sumsel, Ajun Komisaris Feryanto, Jumat (28/6). Peristiwa tersebut, ujan Fery, dilaporkan oleh orang tua para korban pelecehan seksual dan pihak sekilah.

"HL sudah kami amankan atas laporan dugaan pencabulan terhadap tujuh siswinya. Kami limpahkan perkaranya ke PPA Polres Muara Enim untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar dia.

Berdasarkan informasi dihimpun, peristiwa tersebut diketahui usai salah satu siswa enggan pergi bersekolah karena takut kepada HL. Orang tua siswa tersebut, RM (40), mendesak anaknya mengungkapkan ketakutannya.

Siswi kelas 2 SD tersebut pun akhirnya mengaku dicabuli HL bersama siswi lainnya. Akhirnya, sebanyak 7 siswi mengaku dicabuli oleh pelaku. Waktunya adalah saat jam istirahat dengan modus mengajak menonton bareng alias nobar tayangan pornografi.

"Berdasarkan pemeriksaan sementara, oknum guru tersebut mengumpulkan siswi perempuan saat jam istirahat pelajaran. Pelaku kemudian mengajak siswi menonton film dan lagu yang penuh adegan tidak senonoh. Saat menonton film itu pelaku memegang-megang tubuh korban berulang kali," ujar dia.

Berdasarkan penuturan pihak sekolah, HL merupakan guru mata pelajaran agama dan berstatus sebagai aparat sipil negara (ASN). Dia baru 2 bulan dipindah mengajar ke SD tersebut.

"Dugaannya sudah dilakukan berkali-kali. Namun pemeriksaan masih didalami oleh penyidik. Bisa jadi ada korban-korban lainnya. Kami akan berkomunikasi lagi dengan pihak sekolah dan orang tua murid," ujar dia.

[Gambas:Video CNN] (idz/arh)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER