Belasan Santri di Langkat Kabur karena Takut Guru Ngaji Cabul

CNN Indonesia | Kamis, 14/03/2019 17:00 WIB
Belasan Santri di Langkat Kabur karena Takut Guru Ngaji Cabul Ilustrasi korban pencabulan. (Istockphoto/Favor_of_God)
Medan, CNN Indonesia -- Seorang guru mengaji di Pondok Pesantren Al-Ikhwan, Desa Serapuh ABC, Kecamatan Padangtualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ditahan polisi karena diduga telah melakukan aksi pencabulan terhadap belasan santrinya.

Aksi pencabulan itu terungkap saat belasan santri kabur dari pondok pesantren tersebut pada Rabu (12/3/2019). Secara bersamaan santri-santri itu kabur ke rumah keluarga, warga hingga Kantor Desa Serapuh ABC.

Mereka meminta tolong kepada warga agar perlakuan bejat oknum guru berinisial DS (40) itu dilaporkan. Tindakan bejat yang dilakukan oknum guru itu disebut sudah berlangsung lama. Hingga para santri ketakutan menimba ilmu di pesantren tersebut.

"Yang saya dengar, memang udah lama ustaz itu sodomi santri. Tapi santri enggak ada yang berani lapor. Jadi kemarin itu mereka kabur ke rumah warga," ujar ML, kakak salah seorang santri yang ada di sana, Kamis (14/3/2019).

Dari informasi yang dihimpun, DS dikenal sebagai orang yang baik dan rajin beribadah. Namun entah mengapa dia tega melakukan perbuatan bejat itu. ML mengatakan, adiknya terpaksa dibawa pulang sementara, meskipun adiknya tidak menjadi korban.

"Sempat terkejut juga kita denger kabar itu. Enggak nyangka di pesantren ada guru yang mencabuli santri. Adik saya yang sekolah di sana juga minta pulang karena takut. Mau enggak mau lah, dia pulang dulu. Sementara, biar tenang dulu kondisinya," ujarnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Langkat AKP Juriadi membenarkan peristiwa itu. Saat ini, kata dia, DS sudah ditahan. Totalnya ada sekitar 14 santri yang sudah menjadi korban.

"Kita masih akan melakukan pengembangan kasus ini. Tidak tertutup kemungkinan ada korban lainnya. Kita masih menyelidiki motif pelaku," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]


(fnr/arh)