KLB Hepatitis A Pacitan, Pasien Rawat Inap Mulai Menurun

CNN Indonesia | Selasa, 02/07/2019 08:03 WIB
KLB Hepatitis A Pacitan, Pasien Rawat Inap Mulai Menurun Ilustrasi rumah sakit. (Istockphoto/Thekopmylife)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menyatakan jumlah penderita Hepatitis A yang menjalani rawat inap sudah menurun. Penurunan pasien rawat ini ini diklaim berkat upaya penanganan terpadu menyusul penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular tersebut.

"Akumulasinya memang bertambah, namun penderita yang menjalani rawat inap saat ini jauh menurun," kata Bupati Pacitan Indartato, Senin (1/7) seperti dilansir Antara.

Indarto menyatakan berdasarkan data Pemkab Pacitan, saat ini tinggal 30 pasien Hepatitis A yang menjalani rawat inap dengan rincian: lima orang menjalani perawatan di Puskesmas Sudimoro, 20 orang di Puskesmas Ngadirojo, satu orang di Puskesmas Wonokarto, satu orang di Puskesmas Tegalombo, dan tiga orang di RSUD dr Darsono.


Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan pada masa awal Hepatitis A merebak pada pertengahan bulan lalu. Pada 19 Juni misalnya, jumlah penderita Hepatitis A yang menjalani rawat inap bisa naik sampai 103 pasien dalam sehari.

"Bandingkan dengan sekarang. Dalam kurun dua hari ini saja kasus baru yang masuk dan terdeteksi hanya tiga orang. Semoga terus menurun semua," ujar Indarto.


Indartato menyatakan, Pemkab Pacitan bersama instansi terkait berhasil mengendalikan penularan infeksi virus Hepatitis A setelah upaya penanggulangan intensif menyusul penetapan penularan penyakit itu sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Dengan dukungan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, TNI, POLRI, Universitas Airlangga, dan para relawan, Pemerintah Kabupaten Pacitan berusaha mengendalikan penularan dengan tata laksana kasus yang lebih baik, surveilance kesehatan lebih akurat, pengendalian faktor risiko, dan edukasi kepada masyarakat.

Indarto mengatakan jika kasus baru Hepatitis A tidak lagi muncul, status KLB mungkin akan diakhiri pada pertengahan bulan.


Sementara itu per data 30 Juni, Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Kohar Hari Santoso, mengatakan jumlah pasien mencapai 957 orang.

Jumlah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Pacitan, yakni di Sudimoro dengan 527 orang, Ngadirojo 176 orang, Sukorejo 82 orang, Tulakan 69 orang, Wonokarto 54 orang, Arjosari 33 orang, Bubakan 25 orang, Tegalombo 5 orang dan Ketrowonojoyo 4 orang.

"Peningkatannya mulai melandai. Mudah-mudahan betul di lapangan jumlah orang yang sakit hepatitis A di Pacitan tidak semakin bertambah," ujar Kohar di Kantor Dinkes Jatim, Surabaya kemarin.

Untuk menekan angka penularan hepatitis A di Pacitan ini, Kohar pun menginstruksikan jajarannya segera melakukan penelitian epidemologi, untuk menghentikan penyebaran lebih banyak lagi.


[Gambas:Video CNN]

(Antara/kid)