Luhut Bela Aksen Bahasa Inggris Jokowi yang Medok Jawa

CNN Indonesia | Selasa, 02/07/2019 20:04 WIB
Luhut Bela Aksen Bahasa Inggris Jokowi yang Medok Jawa Menko Luhut akui bahasa Inggris Jokowi menggunakan medok Jawa. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta semua pihak tak perlu menilai rendah seseorang hanya karena aksen bahasa Inggrisnya.

Luhut mengakui aksen bahasa Inggris Presiden Joko Widodo (Jokowi) medok Jawa. Luhut memperhatikan aksen bahasa Inggris Jokowi ketika mendampinginya saat menghadiri KTT G20 di Osaka, Jepang, 27-28 Juni lalu.

"Saya juga medok, tapi medok Batak. Lantas apakah kita harus malu dengan lidah Indonesia kita? Saya tidak setuju, karena saya bangga jadi orang Indonesia, dan saya bangga dengan logat Batak saya," kata Luhut dalam keterangan tertulis di laman Facebook-nya, seperti dilihat CNNIndonesia.com, Selasa (2/7).


Luhut mengatakan dirinya mendengar Jokowi selalu berbahasa Inggris dengan lancar dalam setiap komunikasi dengan pimpinan negara lain selama di KTT G20.


Menurutnya, jika bahasa Inggris Jokowi tak baik, maka tak mungkin putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Ivanka Trump atau para pimpinan negara lain sampai ketawa-ketawa saat berbincang.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan itu mengaku juga memperhatikan aksen dari pemimpin negara lain seperti dari Jerman dan Prancis. Luhut menyebut aksen bahasa Inggris juga medok, tapi medok ala Jerman dan Prancis.

"Artinya setiap bangsa punya logat khasnya masing-masing. Jadi, tidak perlu kita menilai rendah seseorang hanya karena aksen bahasa Inggrisnya," ujarnya.


Pertemuan Bilateral

Luhut melanjutkan dalam KTT G20 kemarin itu, Jokowi awalnya menerima 17 permintaan pertemuan bilateral dari negara lain. Permintaan itu, kata Luhut, adalah bukti betapa populernya Indonesia saat ini di kalangan anggota G20 yang notabene merupakan negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

"Tapi karena waktu itu harus menunggu pengumuman Mahkamah Konstitusi sebelum bertolak ke Jepang, maka pertemuan bilateral jadi banyak dikurangi," tuturnya.

Luhut menyebut sejumlah pertemuan bilateral yang terlaksana antara lain dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, hingga Presiden Tiongkok Xi Jinping. Pertemuan bilateral itu membahas sejumlah kerja sama.


Luhut lantas meminta perbedaan-perbedaan yang muncul saat Pilpres 2019 jangan dibuka kembali. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu meminta semua pihak menatap lima tahun ke depan dengan penuh optimis.

"Negara ini harus tetap kompak untuk membangun. Sama seperti Pak Jokowi yang saya lihat komitmennya tidak ada habis-habisnya untuk membangun Indonesia," kata Luhut.

[Gambas:Video CNN] (fra/DAL)